Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Unair Peduli Kesehatan Mental Remaja, Gelar Pengabdian Masyarakat Di Sambas

Fahrozi PP • Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:42 WIB
Pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat Unair yang dilaksanakan di Kantor Camat Sambas.
Pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat Unair yang dilaksanakan di Kantor Camat Sambas.

PONTIANAK POST - Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya Jawa Timur, laksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Desa Binaan 2025 mengusung tema pencegahan gangguan mental melalui peningkatan kemampuan melakukan deteksi dini permasalahan Psikologis remaja.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (16/10) di aula Kantor Camat Sambas dibuka Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj Yunisa dan dihadiri Camat Sambas Wiwin Supriadi, dari Bapperida Sambas.

Tim pelaksana Pengabdian dari Fakultas Psikologi Unair juga melibatkan pihak sekolah, kepolisian, TNI, BNK Sambas, kepala Puskesmas, Korcam Pendamping Desa, Penyuluh KB, sejumlah Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, TP PKK Desa, Kader Posyandu.

Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi Unair, Dr Tri Kurniati Ambarini M Psi. Psikolog menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan bukan kali pertama. Sebelumnya Unair juga sudah beberapa kali menggelar kegiatan di Kabupaten Sambas.

"Kegiatan saat ini, bagaimana membangun kepedulian terhadap kesehatan mental melalui deteksi dini dan dukungan psikososial bagi remaja. Tahun lalu juga pernah melakukan kegiatan di Sambas, dimana kami dari Fakultas Psikologi Unair bersama Riset Center yang memiliki fokus permasalahan mental terutama deteksi dini, ingin berbagi dan belajar dengan pihak yang ada di Sambas. Karena banyak hal yang perlu dipelajari, melalui kegiatan bisa sharing dari kasus nyata yang ditemui dilapangan," katanya.

Perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sambas, Rissa N menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan Unair, selaras dengan program pemerintah, yakni membangun SDM berkualitas dan terencana sesuai harapan yang tercantum dalam RPJMD.

"Ini juga menjadi langkah bersama mendorong pelaksanaan kegiatan sejenis. Diharapkan apa yang dilakukan Unair tak berhenti disini saja tapi bisa menyasar ke daerah lain di Kabupaten Sambas," katanya. Termasuk bagaimana memberikan perhatian terhadap masih adanya pernikahan dini, pencegahan stunting dan lainnya.

Ketua TP PKK Sambas, Hj Yunisa menyatakan bersyukur, dimana Unair yang merupakan kampus besar Nasional, memberikan perhatian kepada Sambas yang berada di ujung pulau Borneo. "Ini menjadi catatan yang baik dan mudah-mudahan Kabupaten Sambas akan selalu diperhatikan akademisi yang nantinya memberikan dan membawa kebaikan," katanya.

Apresiasi patut disampaikan kepada Unair, diharapkan melalui ajang ini memberikan pencerahan dan kedepannya agar tidak salah menyikapi sebuah masalah.

Yunisa juga mengutip buku Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali. Dimana ada Qolbun salim, Qolbun Maridh dan Qolbun Mayyit. "Imam Al Ghazali menyebut hati adalah Raja, sehingga hati harus ditata agar menjadi Qolbun Salim dan terhindar dari Qolbun Mayyit atau hati yang tidak menerima kebenaran bahkan tidak menerima apa yang menjadi takdir Allah SWT," katanya.

Kemudian secara ilmu akademisi, dimana berdasarkan Pusdatin 2018 dikeluarkan Kemenkes, penyakit kejiwaan di urutan kelima, sehingga penyakit kejiwaan bukan hal sepele. "Jadi apa yang dilakukan Unair ini mudah mudahan memberikan manfaat bagi Kabupaten Sambas," katanya.

Prof. Endang Retno Surjaningrum, M.AppPsych., Ph.D., Psikolog, pemateri yang dihadirkan menyampaikan perihal Psikoedukasi masyarakat deteksi dini masalah kesehatan mental. Dimana kesehatan jiwa juga dipengaruhi budaya dan lingkungan.

"Bagaimana mengenali kesehatan mental jiwa terutama pada remaja, lantaran secara data internasional, satu dari lima remaja memiliki masalah kesehatan mental, mulai dari tingkatan rendah hingga tinggi," katanya. Sehingga diperlukan pemahaman bersama terutama bagi pihak atau petugas yang bersentuhan dengan anak atau remaja.(fah)

Editor : Hanif
#Pengabdian Masyarakat #masalah mental #Remaja #psikososial #sambas #unair #deteksi dini