PONTIANAK POST - Sejumlah petani berharap, lahan sawah atau tanaman pangan harus dijaga agar tak beralih fungsi. Hal tersebut bagian untuk mendukung program ketahanan pangan.
Seperti disampaikan Ketua Kelompok Pertanian (Poktan) Janur Kuning, Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat, Erfa. Dirinya berupaya mengajak anggota poktan serta masyarakat agar tetap mempertahankan lahan yang selama ini ditanami tanaman pangan.
“Kami terus edukasi dan ajak masyarakat, untuk lahan yang selama ini ditanami tanaman pangan untuk tak dialih fungsikan, baik menjadi tempat pembangunan atau tanaman lain diluar tanaman pangan,” kata Erfa, belum lama ini.
Mengapa demikian, jika lahan tanaman pangan berganti tanaman lain, seperti menjadi kebun sawit, bisa mengancam ketahanan pangan. Pasalnya meski harga buah sawit naik, namun produksi tanaman pangan berkurang karena lahan beralih fungsi. Maka akan mengancam ketahanan pangan.
“Bayangkan, kalau sawit bisa harga Rp10 ribu per kilogram, tapi padi atau beras berkurang. Maka akan memunculkan masalah di kemudian hari. Sehingga lahan padi maupun jagung yang ada harus terus dipertahankan, karena padi untuk makan kita, sedangkan jagung bisa untuk ayam atau ternak, sehingga akan terjadi perputaran yang normal di tempat itu,” katanya. (fah)
Editor : Hanif