Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Imlek dan Ramadan Berdekatan, DPRD Sambas Sebut Momentum Ini Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Fahrozi PP • Selasa, 10 Maret 2026 | 14:23 WIB

Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana
Anggota DPRD Kabupaten Sambas Yakob Pujana

PONTIANAK POST - Dua momen hari besar yang datang saling berdekatan. DIharapkan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat secara khusus dan umumnya bagi perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana. Dirinya melihat, datangnya Imlek 2575 Kongzili yang berdekatan dengan Ramadan 1447 H, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

Disebutkannya, peringatan Imlek dan CGM, banyak masyarakat datang dari luar Kabupaten Sambas untuk menikmati sejumlah kegiatan perayaan Imlek maupun jalan-jalan bersama keluarga.

“Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pengurus Klenteng, menjadi daya tarik sejumlah masyarakat luar daerah untuk datang ke Kota Sambas, mereka juga sekaligus berjalan-jalan bersama keluarga di sejumlah tempat,” kata Yakob, Politisi PKB Sambas ini, Rabu (4/3).

Selanjutnya kehadiran Ramadan juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang memanfaatkannya. Diantaranya tumbuhnya pasar juadah atau tempat berjualan menu berbuka puasa.

“Banyak peluang ekonomi ditangkap masyarakat, mereka membuat kue, minuman yang selanjutnya dijual di Pasar Juadah, ini tentunya memberikan dampak ekonomi,’ katanya. Lantaran, dengan banyaknya peminat aneka kue, barang jualan yang ada, terkadang habis terjual. Mereka yang menjual atau membuat kue yang merupakan masyarakat Kabupaten Sambas yang mendapatkan keuntungan.

Belum lagi, peningkatan kebutuhan saat Imlek kemudian Ramdan yang juga meningkat Juga memberikan dampak perekonomian bagi daerah. Meski demikian, dirinya berharap pemerintah bersama instansi terkait, selalu melakukan pemantauan atas kondisi harga dan stok kebutuhan pokok di pasaran.(fah)

Editor : Hanif