Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pernyataan Lengkap SMAN 1 Sambas Soal Final Ulang LCC 4 Pilar Kalbar: Sama dengan SMAN 1 Pontianak, Tolak Tanding Ulang

Aristono Edi Kiswantoro • Sabtu, 16 Mei 2026 | 00:30 WIB
Surat Pernyataan SMA Negeri 1 Sambas terkait polemik LCC Empat Pilar Kalbar 2026.
Surat Pernyataan SMA Negeri 1 Sambas terkait polemik LCC Empat Pilar Kalbar 2026.

 

 

PONTIANAK POST – Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat kembali memanas. SMAN 1 Sambas secara resmi menyatakan menolak pertandingan final ulang dan meminta nama baik sekolah dipulihkan di tengah derasnya opini publik di media sosial.

Pernyataan sikap itu disampaikan melalui unggahan resmi akun Instagram sekolah itu pada Jumat, 15 Mei 2026.

Dalam dokumen tersebut, pihak sekolah menegaskan tetap menghormati keputusan resmi panitia, namun meyakini peserta dari SMAN 1 Sambas telah mengikuti seluruh mekanisme lomba sesuai aturan yang berlaku.

Kontroversi LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar sebelumnya memicu perdebatan luas setelah final tingkat provinsi menuai protes dan dugaan ketidakadilan penilaian.

Polemik itu kemudian berkembang menjadi perbincangan nasional di media sosial.

Dalam pernyataan resminya, pihak sekolah menyoroti dampak psikologis yang dialami siswa akibat polemik berkepanjangan.

SMAN 1 Sambas menilai berbagai opini, narasi, hingga tuduhan di media sosial telah menyerang sekolah, guru, staf, murid, bahkan alumni.

“Tidak hanya mencemarkan nama baik sekolah, situasi ini juga menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak,” tulis pernyataan tersebut.

Tekanan publik itu dinilai berpotensi berdampak serius terhadap kondisi mental pelajar.

Sejumlah penelitian internasional menyebut korban bullying dan tekanan sosial di ruang digital memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan, depresi, hingga trauma psikologis.

Kasus ini juga memicu perhatian publik setelah muncul pengakuan salah satu pembawa acara kegiatan yang mengaku terdampak secara sosial akibat gelombang hujatan di media daring.

Dalam poin lainnya, SMAN 1 Sambas membantah keras berbagai tuduhan yang diarahkan kepada sekolah.

Tuduhan tersebut mulai dari kecurangan, penyuapan, nepotisme, hingga dugaan pengaturan kemenangan.

Pihak sekolah menegaskan peserta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta.

“SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” demikian salah satu poin pernyataan sikap tersebut.

Di sisi lain, Ketua MPR RI Ahmad Muzani sebelumnya menyatakan final ulang akan dilaksanakan dengan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi guna memastikan objektivitas penilaian.

MPR RI juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan lomba menyusul polemik yang berkembang di masyarakat.

Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah turut menegaskan bahwa polemik tersebut dipicu persoalan teknis sistem suara dan bukan bentuk keberpihakan juri.

SMAN 1 Sambas meminta penyelenggara segera memulihkan nama baik sekolah serta memberikan jaminan keamanan psikologis kepada siswa sebelum mewakili Kalimantan Barat pada ajang nasional LCC 4 Pilar MPR RI 2026.

Sekolah berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian yang objektif, bijaksana, dan berkeadilan agar dunia pendidikan tetap kondusif.

Pernyataan yang ditandatangani Kepsek SMA Negeri 1 Sambas, Syafarudin, S.Pd., M.Pd tersebut, ditutup dengan penegasan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga suasana pendidikan yang sehat, bermartabat, dan melindungi kondisi mental peserta didik.

Kontroversi final LCC 4 Pilar Kalbar turut menjadi sorotan luas di media sosial.

Unggahan pernyataan resmi SMAN 1 Sambas di Instagram tercatat memperoleh ribuan tanda suka dan lebih dari ratusan komentar hanya dalam waktu singkat.

Dalam tangkapan layar unggahan tersebut, terlihat lebih dari 657 pengguna menyukai postingan itu dengan sekitar 1.007 komentar dan puluhan kali dibagikan ulang.

Tingginya interaksi publik menunjukkan polemik ini telah berkembang menjadi isu nasional yang menyentuh perhatian masyarakat luas, khususnya terkait dunia pendidikan dan kesehatan mental pelajar.

No Isi Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas
1 Menghormati setiap keputusan resmi yang telah ditetapkan sebagai bagian dari mekanisme penyelenggaraan lomba.
2 Meyakini peserta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba.
3 Mengapresiasi upaya MPR RI sebagai penyelenggara dalam mengatasi polemik yang muncul pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026. Namun menyayangkan lambannya pelurusan informasi sehingga SMAN 1 Sambas terus terpojok.
4 Mengecam munculnya opini, narasi, tuduhan, maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, guru, staf TU, murid, hingga alumni karena dinilai mencemarkan nama baik dan memicu tekanan psikologis.
5 Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, nepotisme, dan dugaan pengaturan kemenangan yang diarahkan kepada SMAN 1 Sambas.
6 Menolak pertandingan final ulang LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
7 Mendesak penyelenggara memulihkan nama baik SMAN 1 Sambas serta menjamin keamanan kondisi psikologis siswa sebelum mewakili Kalbar pada tingkat nasional.
8 Mengajak seluruh pihak menahan diri, menghormati proses yang berjalan, dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif, serta berkeadilan demi menjaga iklim pendidikan yang sehat dan bermartabat.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#lcc empat pilar #tanding ulang #surat pernyataan sma negeri 1 sambas #hujatan #Curang