Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jalan Perbatasan Sambas Diusulkan Masuk Inpres, Pemerintah Dorong Distribusi Pangan dan Akses Sekolah diRuas Serindang–Bukit Segoler

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 16 Juni 2026 | 23:15 WIB
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra meninjau langsung usulan pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Desa Serindang dan Bukit Segoler, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). (ANTARA/HO - Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra meninjau langsung usulan pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Desa Serindang dan Bukit Segoler, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). (ANTARA/HO - Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

PONTIANAK POST – Pemerintah pusat mulai memberi perhatian terhadap pembangunan ruas jalan penghubung Desa Serindang dan Bukit Segoler di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Jalan sepanjang 5,4 kilometer yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia itu diusulkan masuk program Inpres Jalan Daerah (IJD) karena dinilai memiliki peran strategis bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan ketahanan pangan masyarakat.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan peninjauan lapangan dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan usulan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami bersama BPJN dan Kementerian PU meninjau langsung salah satu usulan Inpres Jalan Daerah di Kabupaten Sambas. Ini bagian dari amanah Presiden agar program IJD benar-benar menjangkau masyarakat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujarnya, Senin (15/06/2026).

Jadi Akses Utama Warga Perbatasan

Kabupaten Sambas merupakan wilayah strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai menjadi kunci memperkuat konektivitas kawasan perbatasan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Dari total panjang jalan sekitar 5,4 kilometer, sepanjang 2,4 kilometer telah dibangun pemerintah daerah. Sementara sekitar 3 kilometer sisanya masih diusulkan mendapatkan dukungan pendanaan melalui program IJD.

Hasil peninjauan menunjukkan sebagian ruas jalan masih berupa tanah dan belum beraspal. Kondisi tersebut kerap menyulitkan mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan.

“Kalau jalan ini bisa ditingkatkan kualitasnya, manfaatnya sangat besar. Waktu tempuh masyarakat lebih singkat, biaya transportasi turun, aktivitas ekonomi bergerak lebih cepat, dan akses layanan publik menjadi lebih baik,” kata Herzaky.

Dukung Swasembada Pangan hingga Pendidikan

Selain menjadi jalur transportasi warga, ruas jalan Serindang–Bukit Segoler juga berfungsi sebagai akses menuju kawasan pertanian produktif yang terhubung dengan jaringan irigasi pendukung program swasembada pangan nasional.

Jalan tersebut juga menjadi akses utama menuju SMP Negeri 1 Sambas dan tiga sekolah dasar di kawasan Bukit Segoler. Perbaikan infrastruktur diharapkan mempermudah mobilitas siswa, guru, serta masyarakat menuju fasilitas pendidikan.

Menurut Herzaky, pembangunan jalan di wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan konektivitas, tetapi juga menyangkut pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jalan ini sangat strategis karena mendukung swasembada pangan, ketahanan air, akses pendidikan, sekaligus mempermudah pelaksanaan program prioritas pemerintah,” ujarnya.

Masih Menunggu Evaluasi Nasional

Meski dinilai memiliki manfaat besar, usulan pembangunan jalan tersebut masih harus melalui proses evaluasi bersama berbagai usulan daerah lain di Indonesia.

Kemenko Infrastruktur bersama Kementerian PU akan melakukan penilaian berdasarkan tingkat urgensi, manfaat ekonomi, serta dampak sosial yang dihasilkan agar alokasi anggaran pembangunan dapat tepat sasaran.

Bagi masyarakat perbatasan Sambas, perbaikan jalan ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini menghambat distribusi hasil pertanian, mobilitas pelajar, hingga pelayanan publik di kawasan beranda terdepan Indonesia. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#jalan perbatasan Sambas #pembangunan infrastruktur Kalbar #Kabupaten Sambas #inpres jalan daerah #Perbatasan Indonesia Malaysia