Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pemilik Salon di Sambas Ditemukan Meninggal di Tempat Usaha, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Korban

Fahrozi PP • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:25 WIB
Petugas kepolisian mendatangi TKP meninggalnya pemilik salon di Desa Lorong, melakukan pemeriksaan dan evakuasi
Petugas kepolisian mendatangi TKP meninggalnya pemilik salon di Desa Lorong, melakukan pemeriksaan dan evakuasi

PONTIANAK POST – Warga Dusun Turusan, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, dikejutkan dengan meninggalnya Juwono (46), pemilik salon yang ditemukan tak bernyawa di tempat usahanya, Rabu (15/7) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban ditemukan oleh seorang calon pelanggan yang datang bersama anaknya untuk memotong rambut di Lonceng Salon yang berada di Jalan Kartiasa, Dusun Turusan.

Setelah menerima laporan, petugas Polres Sambas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko mengatakan, korban diketahui berinisial J (46), warga yang alamat KTP-nya berdomisili di Dusun Sumber Makmur, Desa Sungai Deden, Kecamatan Subah.

Baca Juga: Bupati Sambas Satono Ungkap Fokus Pembangunan Perbatasan, dari PLBN Temajuk hingga Infrastruktur Daerah

"Setelah didatangi ke lokasi, korban diketahui berinisial J (46), warga yang alamat KTP nya berdomisili di Dusun Sumber Makmur, Desa Sungai Deden, Kecamatan Subah, dia merupakan pemilik usaha salon yang ada di Desa Lorong," kata AKP Sadoko.

Petugas kemudian memasang garis polisi dan melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk meminta keterangan dari sejumlah saksi.

"Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat seorang warga datang ke salon bersama anaknya untuk memotong rambut. Saat tiba di lokasi, kondisi salon dalam keadaan gelap akibat aliran listrik padam. Setelah aliran listrik berhasil dinyalakan dengan bantuan warga, korban terlihat dalam posisi terbaring dan diduga sedang tertidur," ujarnya.

Calon pelanggan tersebut kemudian berupaya membangunkan korban. Namun, korban tidak memberikan respons.

Baca Juga: Kasus HIV di Kapuas Hulu Bertambah, Dinkes Temukan 26 Kasus Baru dan Satu Pasien Meninggal

"Calon pelanggan selanjutnya, kemudian berupaya membangunkan korban dengan memanggil namanya serta mengguncang tubuhnya beberapa kali. Namun, korban tidak memberikan respons dan saksi menduga korban telah meninggal dunia," katanya.

Melihat kondisi tersebut, saksi bersama warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Mendapat laporan tersebut, anggota Piket SPKT Polres Sambas, Unit Identifikasi Satreskrim Polres Sambas, bersama personel Polsek Sambas langsung menuju lokasi.

Baca Juga: Hampir Diamuk Massa, Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Helm di Pontianak

Petugas melakukan pengamanan TKP, memasang garis polisi (police line), melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi, serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi agar proses penanganan berjalan aman dan tertib.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sambas untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.

"Hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas tidak menemukan adanya luka terbuka pada tubuh korban. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak yang berwenang," kata AKP Sadoko.

Polres Sambas memastikan seluruh prosedur penanganan telah dilakukan sesuai standar operasional, mulai dari pengamanan lokasi, olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga evakuasi korban.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kalbar dan Disporapar Bersinergi Promosikan Tenun Cual Sambas ke Tingkat Nasional

Kepolisian juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban dan menunggu hasil pemeriksaan serta proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Polres Sambas akan menyampaikan perkembangan informasi secara resmi apabila telah terdapat hasil pemeriksaan lebih lanjut. (fah)

 

 

Editor : Miftakhair
meninggal polisi sambas menyelidiki