Harga Pertalite Eceran di Sambas Naik Jadi Rp13 Ribu per Liter, Warga Pilih Antre di SPBU demi Hemat

Fahrozi PP • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:08 WIB
Harga Pertalite eceran kini mencapai Rp13 ribu per liter. (ISTIMEWA)
Harga Pertalite eceran kini mencapai Rp13 ribu per liter. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST - Sejumlah warga di Kabupaten Sambas mengeluhkan kenaikan harga Pertalite di sejumlah pom mini atau pengecer bahan bakar minyak (BBM). Harga Pertalite eceran kini mencapai Rp13 ribu per liter, naik dari sebelumnya Rp12 ribu per liter.

Kenaikan harga tersebut disebut terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Sambas, Sajad, dan Sejangkung. Sementara itu, harga Pertalite di SPBU masih tetap sesuai ketetapan pemerintah, yakni Rp10 ribu per liter.

Salah seorang warga, Munzir, mengatakan dirinya mengetahui adanya kenaikan harga saat membeli Pertalite eceran di Kecamatan Sambas, Selasa (21/7). Ia mengaku sempat terkejut karena harga yang biasanya Rp12 ribu per liter kini menjadi Rp13 ribu.

Baca Juga: DPR Respons Aspirasi Mahasiswa, Kelangkaan BBM, Harga Pertamax, dan Evaluasi MBG Jadi Sorotan

“Tadi beli pertalite, jadi Rp13 ribu per liternya, padahal biasanya Rp12 ribu,” katanya.

Munzir awalnya belum percaya jika sebagian besar pengecer telah menaikkan harga. Ia kemudian mengecek beberapa pengecer di wilayah Kecamatan Sajad dan mendapati kondisi serupa.

“Di Sajad juga ada kenaikan harga, sekarang kebanyakan pengecer menjual Rp13 ribu per liternya,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat dirinya berupaya membeli Pertalite langsung ke SPBU yang berada di Kecamatan Sambas. Pasalnya, di wilayah tempat tinggalnya di Kecamatan Sajad belum terdapat SPBU.

Baca Juga: Kelangkaan Pertalite di Jawai Jadi Sorotan, Warga Sampaikan Empat Tuntutan dalam Hearing di DPRD Sambas

“Menyempatkan ke SPBU kalau pas ke Pasar Sambas, karena kalau dihitung tiga liter saja bisa Rp9 ribu lebihnya jika beli di pengecer, lumayanlah duit Rp9 ribu, kalau seminggu dua kali ke SPBU duit lebihnya bisa dibelikan gula satu kilogram,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Buyung, warga Kecamatan Sambas. Ia mengatakan sebagian besar pengecer di wilayah tersebut sudah menjual Pertalite dengan harga Rp13 ribu per liter dalam sekitar dua pekan terakhir.

“Sudah Rp13 ribu, sekitar dua minggu ini lah harga baru itu,” katanya.

Buyung mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut. Ia baru mengetahui adanya perubahan harga saat membeli Pertalite di pengecer.

Sementara itu, Samsudi, warga Kecamatan Sejangkung, juga menyebut harga Pertalite eceran di wilayahnya mengalami kenaikan. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung lebih dari satu pekan.

“Rp13 ribu per liter, sudah semingguan lebih ini lah harga baru,” katanya.

Baca Juga: SPBU di Ketapang Kehabisan Stok, Dinas Perdagangan Bersama Polres dan Kejaksaan Perketat Pengawasan BBM

Ia juga mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut. Sebab, saat membeli Pertalite di SPBU, harga yang dibayarkan masih Rp10 ribu per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan penyesuaian harga BBM dilakukan sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah.

Meskipun terdapat kenaikan harga BBM nonsubsidi, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tetap sesuai ketentuan pemerintah. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.(fah)

 

Editor : Miftakhair
harga pertalite naik warga sambas