Bupati Sambas Minta Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian dan Produksi Pangan

Fahrozi PP • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 15:39 WIB
Bupati Sambas, Satono.
Bupati Sambas, Satono.

PONTIANAK POST - Bupati Sambas, H Satono, meminta jajarannya menentukan langkah dan upaya untuk menyikapi fenomena El Nino yang dikhawatirkan mengganggu sektor pertanian. Hal ini menjadi perhatian mengingat Kabupaten Sambas merupakan daerah lumbung pangan di Kalimantan Barat.

Satono mengatakan, potensi dampak fenomena El Nino ekstrem terhadap sektor pertanian perlu diantisipasi dengan sejumlah upaya.

“Fenomena El Nino yang terjadi perlu diantisipasi sejak dini karena berpotensi menyebabkan kekeringan yang cukup ekstrem,” katanya.

 Baca Juga: El Nino Super Asia Muncul: Ancam Produksi Beras Asia Tenggara, Indonesia Paling Rentan

Sebagai kepala daerah, Satono mengatakan telah berkoordinasi dengan mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk melihat kondisi tersebut.

“Kami sudah mengumpulkan seluruh pihak terkait untuk membahas langkah-langkah strategis yang perlu diambil bersama agar dampaknya terhadap sektor pertanian bisa diantisipasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Satono menyampaikan Kabupaten Sambas memiliki kontribusi besar terhadap ketersediaan pangan di Kalbar, terutama komoditas beras. Sektor pertanian juga menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Sambas.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Sambas terus mendorong petani di Kabupaten Sambas meningkatkan produktivitas sehingga kontribusi Sambas sebagai lumbung pangan semakin besar.

Menurut Satono, peningkatan produksi pangan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap pengendalian inflasi. Ketika pasokan pangan terjaga, stabilitas harga kebutuhan pokok juga lebih mudah dikendalikan.(fah)

Editor : Hanif
Pertanian Sambas bupati sambas el nino Lumbung Pangan Kalbar produksi pangan