Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Sudarsono mengatakan kurikulum merdeka merupakan program nasional yang harus dilaksanakan di daerah.
"Program merdeka belajar harus kita ikuti. Program ini ada beberapa episode dan harus kita ikuti setiap episodenya. Kalau tidak, kita akan bingung sendiri," katanya.
Menurutnya, bimtek tersebut nantinya akan lebih banyak bersifat praktik dan sedikit teori, sehingga akan lebih mudah dalam mengimplementasikan pada proses belajar mengajar.
"Saya harap para guru TK, PAUD dan Taman Bermain yang mengikuti kegiatan ini bisa untuk menerapkan di sekolahnya masing-masing," harapnya.
Ketua PD IGTKI-PGRI Kabupaten Sanggau, Sri Istini menyampaikan bahwa program ini harus didukung dari bawah karena guru Taman Kanak-kanak tidak kalah penting dari guru jenjang di atasnya.
"Kami gelar bimtek ini agar IGTKI-PGRI mempunyai perangkat pembelajaran sebagai landasan pondasi yang kuat saat mempraktikkan di tempatnya masing-masing," ujarnya.
Sementara itu, ketua panitia, Yuli Master mengatakan kegiatan bimtek tersebut diikuti 136 peserta dengan 42 lembaga atau sekolah dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Sanggau. Kegiatan yang dilaksanakan tiga hari tersebut juga menghadirkan narasumber nasional. (sgg) Editor : Syahriani Siregar