Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

PKM PSDKU Politeknik Negeri Pontianak di Kabupaten Sanggau: Inovasi Pangan dan Lingkungan di Desa Sebarra

Hanif PP • Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:56 WIB
FOTO BERSAMA: Tim PKM BIMA 2025 Politeknik Negeri Pontianak PSDKU di Kab. Sanggau memberikan Pelatihan Penerapan Teknologi Pembuatan Dodol Sawit di Desa Sebarra Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau.
FOTO BERSAMA: Tim PKM BIMA 2025 Politeknik Negeri Pontianak PSDKU di Kab. Sanggau memberikan Pelatihan Penerapan Teknologi Pembuatan Dodol Sawit di Desa Sebarra Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau.

PONTIANAK POST – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Politeknik Negeri Pontianak Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Sanggau sukses melaksanakan program pemberdayaan yang berfokus pada inovasi pangan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Desa Sebarra, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kamis (25/09/2025).

Sebagai bentuk nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan peran perguruan tinggi, Politeknik Negeri Pontianak PSDKU di Kabupaten Sanggau melaksanakan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) melalui pendanaan yang bersumber dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun anggaran 2025.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Desa Sebarra sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya dengan mengembangkan produk olahan Kelapa Sawit menjadi Dodol dan pemanfaatan limbah tankos (tandan kosong kelapa sawit) menjadi pupuk organik (kompos). 

“Kami sengaja memilih Desa Sebarra ini sebagai tempat pelaksanaan PKM, karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama dapat menghasilkan Kelapa Sawit dan tidak jauh dari Industri Pengolahan Kelapa Sawit, yang banyak menghasilkan limbah tandan kosong. “PKM ini juga memberikan materi terkait bagaimana menyusun laporan keuangan yang sederhana, serta bagaimana cara penjualan produk melalui media sosial dan mendesainkan lebel pada kemasan produk” ujar Ketua Tim Pelaksana PKM, Rahman Sastrawan, S.E., M.Ak.

 

Sawit Tak Hanya CPO: Inovasi Dodol Manis dari Buah Sawit

Proses pembersihan Biji Sawit untuk diolah menjadi dodol.
Proses pembersihan Biji Sawit untuk diolah menjadi dodol.

Program yang bertajuk “Pemberdayaan Kelompok PKK Desa Sebarra melalui Inovasi Pangan Lokal Berbasis Sawit dengan memanfaatkan buah sawit menjadi dodol dan pengolahan limbah menjadi pupuk organik” ini disambut antusias oleh ibu-ibu Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa Sebarra. Selama ini, buah kelapa sawit umumnya dikenal sebagai komoditas penghasil minyak mentah kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO). Namun, tim PKM Polnep Sanggau memperkenalkan potensi lain dari buah ini yang diolah menjadi produk pangan bernilai jual tinggi, yaitu dodol sawit.

“Kami ingin menunjukkan bahwa buah sawit, selain menghasilkan CPO, juga bisa diolah menjadi makanan ringan yang lezat dan bergizi. Inovasi ini membuka peluang baru bagi ibu-ibu PKK untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui diversifikasi produk,” ujar Yulius Beni, S.Fil., M.Si., salah satu anggota tim PKM yang memberikan materi dan Pelatihan Pembuatan Dodol.

Menurut Yulius, pelatihan intensif diberikan mulai dari proses pemilihan buah sawit yang tepat, teknik ekstraksi, hingga proses memasak dodol yang menghasilkan tekstur kenyal dan rasa manis yang pas. “Dodol sawit ini diharapkan dapat menjadi oleh-oleh khas dari Sanggau, khususnya Desa Sebarra, yang kaya akan perkebunan sawit”, ucapnya..

 

Limbah Nol: Solusi Pupuk Organik dari Ampas Sawit

Selain inovasi pangan, program PKM ini juga menyoroti aspek keberlanjutan lingkungan melalui pengolahan limbah sawit. Limbah padat yang dihasilkan dari proses pengolahan Dodol dan hasil pertanian sawit lainnya, seperti Tankos (Tandan Kosong Kelapa Sawit), dimanfaatkan secara maksimal.

Tim PKM melatih kelompok PKK untuk mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik padat (Kompos). Penggunaan pupuk organik ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang mahal, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

“Pengolahan limbah ini adalah kunci menuju praktik pertanian berkelanjutan. Kami mengajarkan metode sederhana agar ibu-ibu dan petani bisa memproduksi pupuk sendiri. Ini adalah siklus ekonomi sirkular yang sangat bermanfaat bagi lingkungan dan kantong masyarakat,” ujar Marselus Hendro, SE., MP salah satu anggota tim PKM yang memberikan materi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos.

 

Pemberdayaan Berkelanjutan untuk Kemandirian Desa

Program yang dilaksanakan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga berfokus pada pendampingan untuk memastikan kelompok PKK Desa Sebarra mampu mandiri dalam memproduksi dan memasarkan dodol sawit serta pupuk organik secara digital dan menyusun laporan keuangan usaha.

Kepala Desa Sebarra,Yosef Sudirman, menyampaikan apresiasi yang tinggi. “Kami berterima kasih kepada Polnep Sanggau atas ilmu dan inovasi yang telah diberikan. Program ini memberikan bekal keterampilan ganda di bidang kuliner dan pertanian yang sangat dibutuhkan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat desa kami,” tuturnya.

Diharapkan, melalui sinergi antara akademisi dan masyarakat, program pemberdayaan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Sanggau untuk menciptakan nilai tambah dari potensi lokal yang ada, mengubah limbah menjadi berkah, dan meningkatkan kemandirian ekonomi, harapnya.

PKM ini diketuai oleh Rahman Sastrawan, SE., M.Ak dari prodi D3 Akuntansi sekaligus pemateri terkait penyusunan laporan keuangan sederhana, selain itu Dosen Prodi Pengelolaan Hasil Perkebunan, Marselus Hendro, SE., MP sebagai pemateri terkait digital marketing, desain lebel dan logo untuk digital marketing serta teknologi pengolahan pupuk kompos serta Yulius Beni, S.Fil., M.Si., dengan materi terkait teknologi pengolahan dodol sawit dan beberapa perwakilan mahasiswa dari prodi akuntansi dan pengelolaan hasil perkebunan. (r*/pk)

 

Editor : Hanif
sanggau PKM Pupuk Organik polnep dodol desa PSDKU limbah sawit