PONTIANAK POST – Bupati Sanggau Yohanes Ontot secara resmi menutup Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Kabupaten Sanggau Tahun 2026 di Rumah Betang Raya Dori' Mpulor, Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kamis (9/7) malam.
Penutupan pesta adat terbesar masyarakat Dayak di Kabupaten Sanggau itu berlangsung meriah dengan dihadiri Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki, Sekretaris Daerah Aswin Khatib, unsur Forkopimda, Raja Sanggau Gusti Arman, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau Urbanus, pimpinan OPD, para ketua DAD kecamatan, delegasi Dayak dari Sarawak, Malaysia, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ribuan warga.
Dalam sambutannya, Yohanes Ontot menegaskan Gawai Dayak bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan berbagai berkat yang diterima masyarakat. Gawai juga menjadi momentum penting untuk menjaga kelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur kepada generasi muda.
Baca Juga: Wagub Kalbar Sebut Gawai Dayak Benteng Identitas Masyarakat Adat di Tengah Globalisasi
"Budaya adalah jati diri masyarakat. Gawai Dayak harus terus kita lestarikan sebagai kekayaan daerah sekaligus perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Sanggau," ujar Ontot.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sanggau akan terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah menuju visi Sanggau Maju, Berkeadilan, dan Berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam sensus akan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Ketua Panitia Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Marselus Junihardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Acara penutupan diisi dengan pengumuman sekaligus penyerahan piala bergilir juara umum, penampilan seni budaya, doa bersama, serta hiburan rakyat yang disambut antusias masyarakat.
Pengamanan kegiatan dilakukan secara terpadu oleh personel TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta panitia penyelenggara. Dengan berakhirnya Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII, diharapkan semangat persatuan, gotong royong, dan pelestarian budaya Dayak terus terjaga sebagai warisan luhur masyarakat Kabupaten Sanggau.
(agg)