Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Kebakaran Rumah di Sanggau Hanguskan Aset Rp700 Juta, Berawal dari Genset dan Pertalite

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 16 Juli 2026 | 00:40 WIB
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang menghanguskan rumah warga di Dusun Sungai Akar, Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Selasa (14/7/2026) malam. Kebakaran rumah di Sanggau tersebut menyebabkan kerugian materi sekitar Rp700 juta, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang menghanguskan rumah warga di Dusun Sungai Akar, Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Selasa (14/7/2026) malam. Kebakaran rumah di Sanggau tersebut menyebabkan kerugian materi sekitar Rp700 juta, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

 

PONTIANAK POST — Kebakaran rumah di Sanggau menghanguskan satu unit rumah warga di Dusun Sungai Akar, Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (14/7/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu menyebabkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp700 juta, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Rumah yang terbakar merupakan milik Urip Pratikno (45). Api diduga muncul saat pemilik rumah memperbaiki mesin genset di gudang penyimpanan peralatan sound system, kemudian menyambar jeriken berisi bahan bakar Pertalite yang berada tidak jauh dari mesin tersebut.

Api Membesar Dalam Hitungan Detik, Keluarga Berusaha Menyelamatkan Diri

Sebelum kejadian, Urip Pratikno diketahui sedang memperbaiki mesin genset yang berada di bagian gudang rumahnya. Genset tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas penyimpanan peralatan sound system.

Saat mesin dicoba untuk dihidupkan, tiba-tiba muncul percikan api. Api kemudian menyambar jeriken berisi Pertalite hingga membesar dan membakar sejumlah peralatan yang berada di dalam gudang.

Kondisi bangunan yang berisi material mudah terbakar membuat kobaran api cepat menjalar ke bagian lain rumah.

Menyadari api semakin sulit dikendalikan, Urip segera keluar rumah untuk menyelamatkan istrinya, Siti Aminatun (44), dan anaknya. Ia juga meminta bantuan warga sekitar.

Warga Berdatangan, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Teriakan meminta pertolongan membuat warga sekitar segera berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka membantu menyelamatkan barang yang masih dapat dievakuasi serta melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

Sejumlah warga menyaksikan api membesar dengan cepat karena banyaknya barang mudah terbakar di dalam rumah, termasuk perlengkapan usaha sound system.

Tidak lama kemudian, tim gabungan dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Sanggau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, serta pemadam kebakaran PT MPE tiba di lokasi.

Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan selama hampir dua jam. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.20 WIB.

Rumah Ludes, Kendaraan dan Peralatan Usaha Ikut Terbakar

Meski tidak menyebabkan korban jiwa, kebakaran tersebut menghanguskan hampir seluruh bangunan rumah beserta sejumlah aset berharga milik korban.

Barang yang terbakar antara lain satu set peralatan sound system, dua unit kendaraan roda empat jenis Grandmax dan L300, serta satu unit sepeda motor Honda MegaPro 150.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp700 juta. Nilai tersebut mencakup kerusakan bangunan, kendaraan, perlengkapan usaha, dan barang berharga lain yang tidak sempat diselamatkan.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah di Mukok

Kapolsek Mukok Iptu Firman Susanto mengatakan personel Polsek Mukok langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

Petugas melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, membantu proses penanganan kebakaran, serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Peristiwa ini diduga berawal dari percikan api saat mesin genset dinyalakan yang kemudian menyambar jerigen berisi Pertalite di dekatnya hingga api membesar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup besar,” kata Iptu Firman.

Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan koordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Sanggau untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Polisi Ingatkan Warga Waspadai Penyimpanan Bahan Bakar

Iptu Firman mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan maupun memperbaiki mesin berbahan bakar.

Bahan bakar seperti Pertalite, kata dia, harus disimpan di lokasi aman, memiliki ventilasi cukup, dan jauh dari sumber panas maupun percikan api.

Selain itu, masyarakat juga diminta rutin memeriksa instalasi listrik dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Keselamatan Menjadi Kunci Mencegah Kebakaran

Peristiwa kebakaran di Dusun Sungai Akar menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti memperbaiki mesin tetap memiliki risiko apabila tidak dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Respons cepat warga, petugas pemadam kebakaran, BPBD, pihak perusahaan, dan aparat kepolisian membantu mencegah api merambat ke bangunan lain. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Kebakaran rumah di Sanggau Dusun Sungai Akar genset terbakar Pertalite BPBD Sanggau