PONTIANAK POST – Perjalanan seorang pelajar perempuan menuju aktivitas pagi di Kota Sekadau terhenti saat petugas Satlantas melakukan patroli keselamatan berlalu lintas, Selasa (14/7/2026). Ia menjadi salah satu dari empat pengendara yang ditindak karena kedapatan mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm.
Penindakan tersebut bukan hanya soal pelanggaran aturan, tetapi menjadi pengingat bahwa perlengkapan keselamatan merupakan perlindungan utama bagi pengendara, terutama kalangan pelajar yang mulai aktif menggunakan kendaraan bermotor.
Empat Pelanggaran Ditemukan dalam Patroli Pagi
Patroli Kamseltibcar Lantas Unit Turjagwali Satlantas Polres Sekadau dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan menyasar sejumlah ruas jalan dalam Kota Sekadau.
Petugas melakukan pemantauan di Jalan Merdeka Barat, Jalan Irian, Jalan Merdeka Timur, dan Jalan Merdeka Selatan.
Dari kegiatan tersebut, petugas menemukan empat pelanggaran, yakni dua pengendara menggunakan knalpot brong dan dua pengendara tidak mengenakan helm.
Helm Bukan Formalitas, tetapi Perlindungan Nyawa
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kanit Turjagwali Satlantas Polres Sekadau IPDA Alexander Aldo mengatakan, masih ditemukannya pelajar yang berkendara tanpa helm menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, penggunaan helm bukan sekadar memenuhi kewajiban aturan lalu lintas, tetapi menjadi perlindungan utama untuk mengurangi risiko cedera apabila terjadi kecelakaan.
“Kami berharap orang tua dan pihak sekolah turut mengingatkan anak-anak agar selalu menggunakan helm setiap berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Aldo.
ETLE Mobile Buat Penindakan Lebih Transparan
Seluruh pelanggaran dalam patroli tersebut ditindak menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile handheld.
Sistem tersebut memungkinkan petugas mendokumentasikan pelanggaran secara digital di lokasi kejadian sebelum menerbitkan surat tilang dan surat konfirmasi kepada pelanggar.
“Penggunaan ETLE mobile handheld membuat proses penindakan lebih transparan dan akuntabel karena setiap pelanggaran didukung bukti elektronik yang terekam dalam sistem,” kata Aldo.
Orang Tua dan Sekolah Punya Peran Besar
Kasus pelajar yang berkendara tanpa helm menjadi pengingat bahwa budaya keselamatan perlu dibangun bersama.
Selain penegakan aturan oleh kepolisian, pengawasan orang tua dan edukasi dari sekolah dinilai penting agar pelajar memahami risiko berkendara sejak dini.
Bagi pelajar, perjalanan menuju sekolah bukan hanya tentang sampai tujuan, tetapi juga memastikan keselamatan diri selama berada di jalan. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro