PONTIANAK POST - Manajemen Liverpool akhirnya mengambil keputusan krusial terkait masa depan Arne Slot di tengah sorotan tajam menyusul rentetan hasil minor.
Meski menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk kekalahan memalukan dari Manchester City di FA Cup dan tumbang di tangan PSG pada perempat final Liga Champions, posisi pelatih asal Belanda itu dipastikan tetap aman.
Pemilik Liverpool, Fenway Sports Group (FSG), dilaporkan memilih untuk tetap memercayai Slot ketimbang melirik Xabi Alonso yang saat ini berstatus tanpa klub.
Baca Juga: Oliver Baumann Siap Khianati Hoffenheim Demi Bayern Munchen, Sinyal Kuat Manuel Neuer Segera Pensiun
FSG menilai keterpurukan The Reds musim ini bukan sepenuhnya kesalahan taktis, melainkan dampak dari rentetan peristiwa traumatis seperti wafatnya Diogo Jota musim panas lalu serta anjloknya performa pilar senior seperti Mohamed Salah dan Virgil van Dijk.
Keputusan ini memberikan kepastian bagi skuad Anfield menjelang laga krusial kontra Fulham dalam lanjutan Premier League akhir pekan ini.
Manajemen klub berencana memberikan Slot kesempatan di bursa transfer keempatnya untuk merombak skuad, mengingat transisi pasca-era Jurgen Klopp membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk kembali membuahkan trofi.
Berdasarkan laporan The Telegraph, petinggi Liverpool masih menyimpan catatan terkait penolakan Xabi Alonso untuk melatih klub pada musim panas 2024 lalu.
Baca Juga: Oliver Baumann Siap Khianati Hoffenheim Demi Bayern Munchen, Sinyal Kuat Manuel Neuer Segera Pensiun
Kontras dengan Alonso, gairah dan keberanian Arne Slot untuk langsung mengambil tanggung jawab besar menggantikan Klopp menjadi nilai tambah yang sangat dihargai oleh para petinggi di Anfield.
Meskipun Alonso kini tersedia secara gratis usai didepak Real Madrid, FSG lebih memilih menjaga stabilitas tim.
Pihak klub menyadari bahwa musim ini merupakan akhir dari sebuah era, sebagaimana yang diucapkan kapten Virgil van Dijk.
Kepergian pemain kunci seperti Andrew Robertson dan Mohamed Salah yang santer diberitakan segera hengkang membuat manajemen merasa Slot berhak atas satu jendela transfer lagi untuk membangun ulang fondasi tim.
Kritik terhadap Slot memuncak setelah ia menerapkan formasi lima bek yang berujung kekalahan 2-0 dari PSG.
Slot sendiri secara ksatria mengakui bahwa eksperimen taktisnya tidak berjalan sesuai rencana.
"Perubahan taktis itu tidak berhasil, bahkan PSG seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol," ujar Slot dengan nada jujur pasca-pertandingan.
Namun, kejujuran dan komitmen Slot inilah yang membuat manajemen merasa sang pelatih layak mendapatkan dukungan lebih lama.(*)
Editor : Budi Miank