PONTIANAK POST - Barcelona harus mengubur mimpi melaju ke semifinal Liga Champions UEFA setelah kalah 1-2 dari Atletico Madrid di leg kedua perempat final di Stadion Metropolitano.
Kekalahan ini membuat tim asuhan Hansi Flick tersingkir agregat, meski sempat menunjukkan perlawanan sengit di awal laga.
Menurut laporan Jason Pettigrove, Barcelona sebenarnya tampil cukup dominan di beberapa fase pertandingan.
Namun gol penentu Atletico membuat Blaugrana gagal melakukan comeback yang mereka harapkan di tanah Spanyol.
“Mari kita lihat tiga poin pembahasan dari pertandingan ini,” tulis Pettigrove.
Ia menegaskan, laga ini penuh momen krusial yang menentukan nasib Barcelona di Eropa.
Pelatih Hansi Flick sempat melakukan perubahan taktik dengan menempatkan Gavi dan Pedri untuk mendominasi lini tengah.
Baca Juga: Prediksi Liga Champions: Arsenal Bakal Melenggang, Madrid Bisa Ambyar di Kandang Bayern Munich
Strategi ini awalnya berjalan efektif dan membuat Barcelona mampu menekan Atletico di babak pertama.
Lamine Yamal juga tampil aktif dengan pressing tinggi yang memaksa lini belakang Atletico kesulitan membangun serangan.
Ferran Torres pun ikut membantu tekanan dari lini depan, membuat Atletico lebih banyak bermain aman dengan bola panjang.
Namun, meski tampil disiplin, Barcelona tetap kesulitan menjaga konsistensi hingga akhir laga.
Laga ini juga diwarnai kontroversi keputusan wasit yang memicu perdebatan.
Barcelona merasa dirugikan setelah klaim penalti terhadap Dani Olmo tidak diberikan, meski terjadi kontak di kotak terlarang.
Selain itu, beberapa keputusan offside dan pelanggaran disebut tidak konsisten oleh kubu Blaugrana.
Situasi ini semakin memperpanas atmosfer pertandingan yang sejak awal sudah berlangsung intens.
Meski begitu, Atletico tetap berhasil menjaga keunggulan dan memastikan tiket semifinal, sementara Barcelona harus pulang dengan kekecewaan besar dari Madrid.(*)
Editor : Budi Miank