PONTIANAK POST - Bayern Munich memastikan tiket ke semifinal Liga Champions UEFA setelah menundukkan Real Madrid dengan skor 4-3 pada leg kedua, sehingga unggul agregat 6-4 dalam laga penuh drama di Allianz Arena.
Gol penentu di masa injury time dari Michael Olise menjadi penutup malam panas yang diwarnai kartu merah dan comeback yang gagal dari tim tamu.
Duel berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal.
Madrid sempat mengejutkan tuan rumah ketika kesalahan kiper Manuel Neuer hanya 35 detik setelah kick-off dimanfaatkan Arda Güler untuk membuka keunggulan cepat.
Namun, Bayern merespons lewat Aleksandar Pavlović yang menyamakan kedudukan pada menit keenam, membuat pertandingan langsung berjalan terbuka.
Situasi semakin panas ketika Harry Kane dan Kylian Mbappé saling berbalas gol, menjaga tensi duel tetap hidup hingga menit-menit akhir.
Namun momen krusial terjadi setelah kartu merah yang diterima pemain Madrid, Eduardo Camavinga, yang mengubah alur pertandingan secara signifikan.
Madrid sempat mencoba bangkit, tetapi kehilangan keseimbangan permainan setelah bermain dengan 10 pemain.
Tidak lama setelah insiden tersebut, Luis Díaz mencetak gol penyama kedudukan sebelum Olise memastikan kemenangan dramatis Bayern di penghujung laga.
“Ini pertandingan yang sangat emosional. Kami tidak menyerah sampai akhir,” ujar salah satu pemain Bayern kepada media usai laga dikutip dari Evening Standard.
Kemenangan ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Bayern menjadi 16 pertandingan di semua kompetisi sekaligus memastikan mereka melaju ke semifinal untuk menghadapi Paris Saint-Germain.
Hasil ini menjadi kemenangan dua leg pertama Bayern atas Madrid sejak 2012, sekaligus menegaskan dominasi mereka di momen-momen krusial.
Baca Juga: Taktik Aneh Tapi Ampuh, Simon Grayson Bongkar Gaya John Herdman di Timnas Indonesia
Sementara itu, Madrid harus menerima kenyataan pahit tersingkir meski sempat memberikan perlawanan sengit.
Dengan hasil ini, Bayern kini melangkah percaya diri ke fase berikutnya, sementara Madrid pulang dengan catatan evaluasi besar di musim yang penuh tekanan.[]
Editor : Budi Miank