Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Mourinho Diminta Tolak Newcastle United, The Special One Justru Didorong Latih Timnas Portugal Agar Era Ronaldo Berakhir Indah

Budi Miank • Rabu, 22 April 2026 | 16:50 WIB
Jose Mourinho saat memimpin Benfica di Liga Portugal. (INSTAGRAM/@slbenfica)
Jose Mourinho saat memimpin Benfica di Liga Portugal. (INSTAGRAM/@slbenfica)

PONTIANAK POST - Jose Mourinho berada di persimpangan krusial dalam karier kepelatihannya. 

Di tengah spekulasi peluang kembali ke Premier League bersama Newcastle, pelatih berjuluk The Special One itu justru didorong untuk mengambil jalur berbeda, yakni menangani tim nasional Portugal dan menutup era Cristiano Ronaldo secara indah.

Pandangan tersebut disampaikan pakar sepak bola Eropa Andy Brassell kepada talkSPORT. 

Menurutnya, dari sisi warisan dan nilai historis, melatih Portugal jauh lebih strategis ketimbang menerima proyek klub yang penuh risiko. 

Baca Juga: Real Madrid Mau Mourinho Balik ke Bernabeu, Fans Siap Sambut The Special One Lagi 

“Saya pikir Portugal adalah kemungkinan nyata. Itu opsi yang lebih baik untuknya jika kita bicara soal olahraga dan legacy dibanding Newcastle,” ujar Brassell seperti dikutip talkSPORT.

Mourinho saat ini masih terikat kontrak bersama Benfica hingga akhir musim 2026/2027. 

Meski peluang juara liga musim ini menipis, Benfica tertinggal tujuh poin dari Porto dengan empat laga tersisa, ia tetap menjaga rekor tak terkalahkan di liga domestik. 

Baca Juga: Anthony Gordon Pilih Tinggalkan Newcastle United Agar Klub tak Boncos, Tiga Raksasa Rebutan Mahar Fantastis Rp1,6 Triliun

Situasi itu menegaskan reputasinya sebagai pelatih dengan pengalaman dan kapasitas taktis papan atas.

Kontrak pelatih Portugal saat ini, Roberto Martinez, akan berakhir selepas Piala Dunia musim panas mendatang. 

Portugal disebut sebagai salah satu favorit juara dengan generasi emas baru seperti Bruno Fernandes, Vitinha, dan Nuno Mendes. 

Jika Martinez hengkang, kursi pelatih nasional terbuka lebar bagi Mourinho.

Namun di sisi lain, Premier League kembali menggoda. Nama Mourinho kerap dikaitkan dengan Newcastle United, terlebih masa depan Eddie Howe disebut belum sepenuhnya aman. 

Newcastle, yang kini dimiliki konsorsium Arab Saudi, diyakini mampu menawarkan proyek ambisius dengan dukungan finansial besar.

Baca Juga: Chelsea vs Newcastle: 7 Pemain Dipastikan Absen, 1 Diragukan Tampil di Laga Krusial Premier League

Brassell mengingatkan bahwa proyek Newcastle tidak sederhana. 

“Newcastle punya banyak pekerjaan rumah. Terlalu banyak yang bisa dipertaruhkan Mourinho dari sisi reputasi,” katanya.

Menurut Brassell, jika Mourinho benar-benar menangani Portugal, maka akan ada dinamika besar terkait Cristiano Ronaldo yang kini berusia 41 tahun. 

“Semuanya seperti disiapkan untuk Mourinho datang sebagai pelatih Portugal dan secara puitis mengakhiri karier internasional Ronaldo,” ujarnya.

Baca Juga: Alexander Isak Minta Hengkang dari Newcastle, Lima Klub Elite Siap Tampung

Ronaldo sendiri telah mencetak 143 gol dalam 226 penampilan bersama Portugal sejak debut pada 2003. 

Ia bahkan mencatatkan rekor mencetak gol internasional selama 22 tahun beruntun. 

Jika Piala Dunia mendatang menjadi turnamen terakhirnya, maka kisah itu bisa menjadi bab penutup yang monumental.

Bagi Mourinho, pilihan ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan soal warisan sejarah.  (*)

Editor : Budi Miank
#Timnas Portugal #Cristiano Ronaldo #Newcastle #Jose Mourinho #Premier League