Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Krisis Chelsea Berlanjut, Rosenior Dipecat Setelah 106 Hari: Korban dari Kebijakan Klub yang Kehilangan Arah?

Efprizan • Kamis, 23 April 2026 | 10:57 WIB
Kepemilikan Behdad Eghbali (kiri) dan Todd Boehly telah menjerumuskan Chelsea ke dalam kekacauan setelah pelatih kepala Liam Rosenior dipecat di tengah keresahan penggemar. (DOK.SKYSPORTS)
Kepemilikan Behdad Eghbali (kiri) dan Todd Boehly telah menjerumuskan Chelsea ke dalam kekacauan setelah pelatih kepala Liam Rosenior dipecat di tengah keresahan penggemar. (DOK.SKYSPORTS)

PONTIANAK POST - Chelsea memecat Liam Rosenior setelah hanya 106 hari menjabat, menambah panjang daftar pergantian pelatih di era kepemilikan BlueCo. Keputusan itu mempertegas krisis tata kelola di Stamford Bridge yang terus menuai kritik dari suporter dan pengamat.

Dikutip dari BBC, Rosenior direkrut dari Strasbourg pada Januari untuk menggantikan Enzo Maresca, sebagai bagian dari model multi-klub yang dibangun BlueCo. 

Namun, pelatih berusia 41 tahun itu dinilai menghadapi tugas terlalu besar di tengah tekanan dan ketidakstabilan internal klub. 

Dalam masa singkatnya, Chelsea gagal menunjukkan perbaikan, termasuk menelan kekalahan 0-3 dari Brighton yang menjadi laga terakhir Rosenior. Hasil itu membuat Chelsea mencatat lima laga liga beruntun tanpa mencetak gol untuk pertama kali sejak 1912.

Baca Juga: Chelsea Pecat Liam Rosenior Usai Lima Kekalahan Beruntun

Sebelum dipecat, Rosenior melontarkan kritik terbuka kepada para pemain, mencerminkan situasi ruang ganti yang ikut memanas.

"Saya terus membela para pemain. Penampilan malam ini tidak bisa dibenarkan," kata Liam usai pertandingan terakhirnya bersama Chelsea melawan Brighton. 

"Profesionalisme tidak ada. Ini benar-benar malam yang sulit. Malam tersulit bukan hanya di sini, sejauh ini, di klub sepak bola yang luar biasa ini, tetapi dalam karier saya," keluhnya.

Korban dari Kebijakan Klub

BBC melaporkan, di tengah sorotan terhadap hasil buruk, Rosenior juga menjadi korban dari kebijakan klub yang terus berubah dan minim kepastian arah.

Baca Juga: Haaland Bawa City Kudeta Klasemen Liga Inggris, Burnley Resmi Terdegradasi

BlueCo sebelumnya mengambil alih Chelsea senilai 4,25 miliar poundsterling pada Mei 2022 saat klub baru finis tiga besar Liga Inggris dan berstatus juara Liga Champions setahun sebelumnya.

Kini Chelsea justru berjuang mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan, dengan konsekuensi finansial besar bagi klub.

Awal April lalu, Chelsea juga mengumumkan kerugian sebelum pajak sebesar 262 juta poundsterling, terbesar dalam sejarah Premier League.

Dalam pernyataan resmi usai pemecatan, Chelsea menyebut akan melakukan “introspeksi diri”, di tengah tekanan protes yang terus disuarakan pendukung.

Baca Juga: Mainoo Setujui Kontrak Baru, Gaji Naik Hingga Empat Kali Lipat

Pergantian Rosenior dinilai menjadi simbol terbaru belum selesainya persoalan struktural yang membelit klub London tersebut. (*)

Editor : Efprizan
#liam rosenior #pecat pelatih #BlueCo #chelsea #Liga Inggris / Premier League