PONTIANAK POST - Bek Tottenham Hotspur Micky van de Ven disebut lebih memilih Liverpool dibanding Manchester United jika hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang.
Pilihan itu mengemuka di tengah ancaman degradasi Tottenham yang bisa memicu eksodus pemain inti, termasuk Van de Ven dan Cristian Romero.
Tottenham kini berada di zona merah setelah tanpa kemenangan di Premier League sepanjang 2026, membuat masa depan sejumlah pemain utama mulai dipertanyakan.
Jika Spurs terdegradasi, peluang Van de Ven pergi disebut sangat besar, dengan Liverpool dan Manchester United sama-sama memantau situasinya.
Baca Juga: INEOS Cuci Gudang, 13 Pemain Manchester United Terancam Pergi
Reporter Ben Jacobs, seperti dikutip dari onefootball.com mengungkapkan bahwa bek Belanda berusia 25 tahun itu akan memprioritaskan Liverpool jika dua klub raksasa itu sama-sama mengajukan langkah serius.
Faktor kedekatan dengan Virgil van Dijk, peluang membangun duet di lini belakang, dan kedekatan emosional dengan Liverpool disebut memengaruhi preferensi itu.
Bagi Manchester United, situasi ini menjadi pukulan karena Van de Ven masuk radar untuk memperkuat pertahanan dalam proyek pembenahan skuad musim depan.
Namun peluang Tottenham mempertahankan sang bek belum sepenuhnya tertutup, terutama bila tim asuhan Roberto De Zerbi lolos dari degradasi.
Baca Juga: Empat Prioritas Transfer Manchester United, Lini Tengah Jadi Fokus Utama
Dalam skenario itu, Romero justru lebih mungkin pergi, sementara Van de Ven disebut terbuka memperpanjang masa tinggal di London utara.
Tottenham memboyong Van de Ven dari Wolfsburg seharga 43 juta poundsterling pada 2023, dan kini nilainya disebut mendekati 100 juta poundsterling.
“Jika Liverpool masuk persaingan, pilihan Van de Ven adalah Liverpool,” kata Jacobs, menegaskan keyakinannya soal arah keputusan pemain itu.
Bagi Spurs, bertahan di Premier League kini bukan hanya soal status klub, tetapi juga menjaga aset utama agar tidak tercerai-berai pada musim panas. (*)
Editor : Efprizan