PONTIANAK POST - Laga semifinal Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munich menghadirkan tontonan spektakuler dengan total sembilan gol di Parc des Princes, Selasa (29/4) waktu setempat.
PSG menang tipis 5-4, namun Bayern masih menjaga asa jelang leg kedua di Jerman pekan depan.
PSG sempat unggul 5-2 sebelum Bayern bangkit dan memperkecil ketertinggalan menjadi 5-4.
Intensitas tinggi dan permainan menyerang tanpa kompromi membuat pertandingan ini disebut sebagai salah satu duel fase gugur paling menghibur dalam sejarah Liga Champions.
Pelatih PSG, Luis Enrique, bahkan tak ragu melabelinya sebagai pengalaman terbaik sepanjang kariernya.
“Ini pertandingan terbaik yang pernah saya jalani sebagai pelatih,” ujarnya usai laga dikutip dari ESPN.
Sebaliknya, pelatih Bayern, Vincent Kompany, justru mengaku tidak menikmati pertandingan tersebut.
Ia harus menyaksikan laga dari tribun akibat sanksi larangan mendampingi tim di tepi lapangan.
“Kalau ini tidak pernah terjadi lagi, saya akan puas,” kata Kompany kepada Prime Video.
“Saya tidak bisa mengambil keputusan dari jarak 80 meter. Tapi saya menghargai respons para pemain dari atas sana.”
Kompany menyerahkan instruksi teknis di lapangan kepada asistennya, Aaron Danks.
Meski demikian, ia tetap memberi apresiasi terhadap mentalitas timnya yang mampu bangkit dari ketertinggalan tiga gol.
Menariknya, Luis Enrique justru dikenal kerap memantau pertandingan dari tribun untuk mendapatkan sudut pandang taktis yang lebih luas, metode yang ia adaptasi dari pelatih rugby.
Hal itu memicu percakapan santai di area media setelah laga.
Baca Juga: PSG Menang Dramatis Atas Bayern, Semifinal Liga Champions Membara
“Anda tadi di posisi saya, di atas sana! Suka?” canda Luis Enrique saat menyapa Kompany.
“Tidak, saya tidak suka sama sekali,” jawab Kompany sambil tersenyum tipis.
Meski tertinggal agregat 5-4, Bayern masih memiliki peluang besar saat menjamu PSG di Allianz Arena.
Kompany pun dipastikan bisa kembali mendampingi timnya langsung dari tepi lapangan pada leg kedua. (*)
Editor : Budi Miank