PONTIANAK POST - Arsenal memburu tiket final Liga Champions saat menjamu Atletico Madrid, Rabu (6/5) dini hari WIB, di Stadion Emirates, London, setelah leg pertama semifinal berakhir imbang 1-1.
Arsenal menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di kompetisi musim ini dengan catatan sepuluh kemenangan dan tiga hasil imbang dari 13 pertandingan.
Catatan tersebut menyamai perjalanan mereka pada musim 2005–2006 ketika melaju ke final tanpa kekalahan sebelum akhirnya menjadi runner-up.
Pelatih Mikel Arteta menyebut suasana ruang ganti tim dipenuhi keyakinan untuk mengulang pencapaian tersebut.
“Momentum, energi, dan keyakinan akan kami tunjukkan pada pertandingan ini,” ujar Arteta seperti dikutip dari Evening Standard.
Kondisi ini memberi dorongan moral bagi pemain yang berupaya mengakhiri penantian panjang klub kembali ke final Liga Champions.
Saka Penasaran
Pemain sayap Bukayo Saka mengaku termotivasi untuk kembali menjadi pembeda setelah pengalaman musim lalu.
“Setelah kembali ke posisi puncak di Liga Inggris, kami bisa fokus sepenuhnya untuk mencapai final,” kata Saka kepada Football London.
Saka sebelumnya menjadi satu-satunya pencetak gol Arsenal di semifinal musim lalu, namun gagal membawa tim melangkah lebih jauh.
Baca Juga: Arsenal di Ambang Juara, Henry Sebut City Mulai Kehilangan Kendali
Cholo dan Laga ke-1.001
Di sisi lain, pelatih Atletico, Diego Simeone, datang dengan ambisi melanjutkan momentum setelah mencatatkan laga ke-1.000 dalam karier kepelatihannya.
Ia menandai pencapaian tersebut dengan kemenangan 2-0 atas Valencia dan kini mengincar hasil positif pada laga ke-1.001.
“Seribu laga sangat gila, saya ingin terus menikmati setiap pertandingan berikutnya,” ujar Cholo –sapaan akrab Simeone– kepada Mundo Deportivo.
Baca Juga: Gol Akhir Kembali Hukum Everton, Moyes Soroti Lengah Pertahanan
Laga ini menjadi penentu bagi kedua tim, dengan Arsenal mengandalkan konsistensi dan Atletico membawa pengalaman dalam duel semifinal.
Bagi pemain dan pendukung, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga tentang menjaga harapan dan sejarah klub di panggung Eropa. (*)
Editor : Efprizan