PONTIANAK POST - Matheus Cunha menyebut peluang Casemiro bertahan di Manchester United masih terbuka meski sang gelandang sebelumnya dikabarkan akan hengkang ke MLS pada akhir musim.
Cunha, penyerang asal Brasil, menegaskan situasi kontrak Casemiro belum sepenuhnya pasti di tengah spekulasi kepindahan ke Inter Miami milik David Beckham.
Ia menyampaikan pernyataan itu setelah membantu United menang 3-2 atas Liverpool yang memastikan tiket Liga Champions musim depan.
Menurut Cunha, kehadiran Casemiro tetap memberi dampak besar di ruang ganti dan di atas lapangan.
Baca Juga: Casemiro Segera Tinggalkan United, Godaan Inter Miami Kian Menguat
“Saya bermain bersamanya di tim nasional dan saya tahu betapa pentingnya dia, dia orang yang luar biasa dan memiliki dia di ruang ganti adalah sebuah hak istimewa,” ujar Cunha dikutip dari The Mirror.
Menanggapi rumor kepindahan, Cunha menilai segala kemungkinan masih bisa terjadi.
“Pada akhirnya kita tidak tahu bagaimana kelanjutan kontraknya, tentu saja kita berharap ada sedikit lebih banyak, memang ini lebih sulit dari yang kita bicarakan, tetapi pada akhirnya kita tidak pernah tahu,” lanjutnya.
Di tengah upaya efisiensi anggaran oleh manajemen baru yang dipimpin Sir Jim Ratcliffe, masa depan Casemiro memang sempat mengarah ke pintu keluar.
Baca Juga: Casemiro Menggila di April, Sabet Penghargaan Terbaik Jadi Bukti
Namun performa impresif gelandang berusia 34 tahun itu sejak ditangani pelatih sementara Michael Carrick mengubah situasi di lapangan.
Casemiro tampil solid dengan membentuk duet kuat bersama Kobbie Mainoo sekaligus memberi stabilitas dan kontribusi gol bagi tim.
Kebangkitan United di paruh akhir musim tidak lepas dari peran sentralnya yang kembali menunjukkan kualitas sebagai pemain berpengalaman.
Di sisi lain, dukungan suporter yang meneriakkan “satu tahun lagi” mencerminkan harapan publik agar ia tetap bertahan.
Baca Juga: Drama Perpisahan Casemiro, Mainoo Beberkan Ritual yang Ubah Mental Manchester United
Meski sebelumnya Casemiro menyebut keputusannya untuk pergi sudah “dibuat dan selesai”, dinamika di dalam tim membuka kemungkinan perubahan sikap.
Situasi ini menempatkan masa depan Casemiro di persimpangan antara rencana hengkang dan peluang bertahan yang kini kembali menguat. (*)
Editor : Efprizan