PONTIANAK POST - Newcastle United dikabarkan menjadi klub terdepan dalam perburuan gelandang muda Lamine Camara dari AS Monaco menjelang bursa transfer musim panas.
Gelandang timnas Senegal berusia 22 tahun itu tampil impresif di Ligue 1 sejak bergabung dengan Monaco pada 2024 dan kini menjadi incaran sejumlah klub besar Eropa.
Camara dinilai memiliki kombinasi tenaga, kecerdasan taktik, dan kemampuan bertahan yang cocok dengan intensitas permainan Premier League.
Baca Juga: Aston Villa Siap Tebus Mahal Omar Marmoush dari Manchester City
Newcastle Kirim Pemandu Bakat
Dikutip dari laporan TeamTalk, Newcastle disebut paling serius memantau perkembangan Camara setelah rutin mengirim pemandu bakat ke Prancis sepanjang musim ini.
Pelatih Eddie Howe ingin memperkuat lini tengah Newcastle demi menjaga daya saing klub pada musim depan yang diperkirakan semakin berat.
"Meski masih mempertahankan Sandro Tonali sebagai bagian penting proyek jangka panjang, Newcastle tetap memburu gelandang baru untuk menambah kedalaman skuad," tulis laporan tersebut.
Camara yang masih terikat kontrak hingga 2029 disebut memiliki nilai transfer sekitar 45 juta euro atau setara Rp790 miliar.
Baca Juga: Pemain Manchester United Kompak Dorong Carrick Jadi Pelatih Permanen
Juga Diminati Liverpool dan MU
Persaingan mendapatkan tanda tangan Camara dipastikan tidak mudah karena Liverpool, Manchester United, Arsenal, hingga Chelsea juga terus memantau situasinya.
Selain itu, Tottenham Hotspur, Brighton & Hove Albion, Brentford, dan West Ham United ikut masuk dalam daftar peminat pemain tersebut.
"Di tengah ketatnya persaingan, Newcastle dinilai memiliki peluang besar karena menawarkan proyek pengembangan jangka panjang dan kesempatan bermain reguler bagi Camara," ulasnya.
Lamine Camara mencatatkan total 30 penampilan, 1 gol, dan 4 assist bersama AS Monaco di semua kompetisi resmi pada musim 2025/2026. Sebagai pilar lini tengah yang sedang naik daun dan menjadi incaran klub-klub besar Eropa, ia menunjukkan konsistensi tinggi dalam mendikte permainan tim.
Monaco sendiri mulai menyadari sulit mempertahankan salah satu aset terbaik mereka setelah minat klub-klub Premier League terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. (*)
Editor : Efprizan