PONTIANAK POST - Chelsea menunjuk Xabi Alonso sebagai sosok utama dalam proyek pembangunan ulang klub setelah manajemen menilai pelatih asal Spanyol itu mampu menghadirkan stabilitas dan budaya baru di Stamford Bridge.
Pengamat sepak bola dari Sky Sports, Rich Morgan mengulas, Chelsea meyakini Alonso memiliki karakter kepemimpinan tenang, disiplin, dan fleksibel dalam menerapkan taktik sehingga dianggap cocok memimpin tim yang sedang berusaha bangkit dari periode sulit.
"Alonso juga akan terlibat langsung bersama direktur olahraga dan pemilik klub dalam menyusun strategi transfer musim panas mendatang," katanya.
Baca Juga: Xabi Alonso Sepakat Latih Chelsea dengan Kontrak Empat Tahun
Manajemen Chelsea berencana mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman, termasuk bek tengah, demi memperkuat skuad yang musim ini tampil tidak konsisten.
Kekalahan dari Manchester City pada final FA Cup membuat Chelsea terancam kembali gagal tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Saat ini Chelsea masih berpeluang lolos ke UEFA Europa Conference League atau UEFA Europa League jika mampu memperbaiki posisi di klasemen akhir Premier League.
"Di tengah tekanan besar dari suporter dan ketidakstabilan klub dalam beberapa tahun terakhir, Alonso dinilai sebagai figur yang mampu meredam situasi sekaligus membangun kembali identitas Chelsea," ujar Morgan.
Baca Juga: Chelsea Gagal Juara FA Cup, McFarlane: The Blues Seharusnya Dapat Penalti
Rekam Jejak Xabi
Karier kepelatihan Alonso juga berkembang cepat setelah pensiun sebagai pemain pada 2017 usai membela Liverpool, Real Madrid, Bayern Munich, dan tim nasional Spanyol.
Ia memulai karier sebagai pelatih akademi Real Madrid sebelum menangani Real Sociedad B dan kemudian membawa Bayer Leverkusen bangkit dari papan bawah Bundesliga pada 2022.
Puncak pencapaiannya hadir ketika Alonso membawa Leverkusen menjuarai Bundesliga tanpa kekalahan pada musim 2023/2024 sekaligus mencatat 51 pertandingan beruntun tanpa kalah di semua kompetisi.
Baca Juga: Guardiola Belum Pastikan Bertahan Setelah City Juara FA Cup
Alonso kemudian sempat melatih Real Madrid sebagai penerus Carlo Ancelotti sebelum meninggalkan klub pada Januari lalu akibat penurunan performa tim dan konflik internal ruang ganti.
Chelsea berharap pengalaman Alonso menghadapi tekanan di klub besar menjadi modal penting untuk memulai era baru dan mengembalikan tim bersaing memperebutkan gelar utama. (*)
Editor : Efprizan