PONTIANAK POST - Manchester City memastikan Pep Guardiola akan meninggalkan klub pada akhir musim 2025/2026 setelah 10 tahun menangani tim dan mempersembahkan 20 trofi di semua ajang, Jumat (22/5).
Guardiola mengumumkan keputusan itu menjelang laga terakhir Liga Inggris melawan Aston Villa pada Minggu waktu setempat, meski kontraknya masih tersisa satu tahun.
“Betapa luar biasanya waktu yang kami lalui bersama. Jangan tanyakan alasan saya pergi. Tidak ada alasan khusus, tetapi jauh di dalam hati, saya tahu ini saatnya,” ujar Guardiola dalam pernyataan emosional yang dikutip Sky Sports.
Pelatih asal Spanyol berusia 55 tahun itu menutup musim terakhirnya dengan raihan dua trofi domestik, tetapi gagal membawa City mempertahankan gelar Liga Inggris setelah hasil imbang melawan AFC Bournemouth.
Baca Juga: Arsenal Juara Liga Inggris, Haaland Murka Manchester City Gagal Rebut Gelar Lagi
Warisan Besar Guardiola di Etihad
Sejak ditunjuk pada Februari 2016, Guardiola mengubah City menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa dengan enam gelar Liga Inggris dan trofi UEFA Champions League pertama dalam sejarah klub.
Manajemen City juga memastikan tribun utara Stadion Etihad akan berganti nama menjadi “The Pep Guardiola Stand”, sementara sebuah patung khusus sedang disiapkan untuk menghormati kontribusinya selama satu dekade.
Guardiola disebut tetap memiliki hubungan dengan City Football Group sebagai duta global yang akan memberi masukan teknis bagi klub-klub jaringan tersebut.
Baca Juga: Xabi Alonso Buka Suara soal Tiga Pemain Chelsea yang Diburu Klub Besar
Kenangan Pribadi dan Kedekatan dengan Kota Manchester
Dalam video perpisahannya, Guardiola tidak hanya berbicara soal sepak bola, tetapi juga hubungan emosionalnya dengan masyarakat Manchester.
Ia mengenang dukungan warga saat tragedi bom Manchester Arena hingga masa sulit ketika kehilangan ibunya saat pandemi COVID-19.
“Suporter, staf, dan masyarakat Manchester memberi saya kekuatan ketika saya sangat membutuhkannya,” kata Guardiola.
Baca Juga: Arne Slot Selamat dari Ancaman Pemecatan di Liverpool
Ia juga menyebut para pemain, staf, dan suporter sebagai bagian penting dari warisan yang dibangun bersama selama satu dekade terakhir.
“Ketika masa saya berakhir, berbahagialah. Oasis kembali lagi,” ucap Guardiola sambil menutup pidatonya dengan kalimat, “Inilah tempat saya.”
Bayang-bayang Investigasi Finansial
Kepergian Guardiola terjadi di tengah proses investigasi terhadap 115 dugaan pelanggaran aturan finansial Liga Inggris oleh Manchester City untuk periode 2009 hingga 2018.
Baca Juga: Skandal Southampton Buka Jalan Manchester United Dapatkan Shea Charles
Manchester City sejauh ini membantah seluruh tuduhan tersebut dan proses pemeriksaan masih berlangsung. (*)
Editor : Efprizan