PONTIANAK POST - Pep Guardiola dipastikan meninggalkan Manchester City setelah 10 tahun penuh trofi dan pertandingan melawan Aston Villa di Etihad Stadium, Minggu (24/5), menjadi momen perpisahan emosional bagi pelatih asal Spanyol tersebut.
Manchester City menghadapi Aston Villa pada laga terakhir Premier League dengan status sudah mengamankan posisi runner-up klasemen.
Meski hasil pertandingan tidak terlalu menentukan, atmosfer Etihad dipastikan tetap penuh emosi karena menjadi penampilan terakhir Guardiola bersama City.
Sky Sports melaporkan suasana perpisahan Guardiola sudah terasa dalam beberapa pekan terakhir lewat gestur, konferensi pers, hingga selebrasi sang pelatih.
Baca Juga: Pep Guardiola: Kisah Pelatih yang Tak Pernah Diam Melawan Genosida Gaza
Nama Enzo Maresca juga mulai disebut sebagai kandidat penerus era Guardiola di Manchester City.
John Stones Ikut Ucapkan Salam Perpisahan
Tidak hanya Guardiola, bek senior John Stones juga dijadwalkan meninggalkan Manchester City pada musim panas ini.
Laga melawan Aston Villa akan menjadi penampilan terakhir Stones di Etihad setelah membela City sejak 2016.
Dalam wawancara bersama City Studios, Stones mengaku terharu atas dukungan suporter selama hampir satu dekade.
Baca Juga: Guardiola Resmi Tinggalkan Manchester City, Enzo Maresca Siap Menggantikan
“Saya rasa cinta itu saling timbal balik,” ujar Stones.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan namanya diteriakkan ribuan suporter di berbagai stadion dunia.
Bek timnas Inggris itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada fans yang tetap mendukungnya, termasuk saat menjalani masa sulit di awal karier bersama City.
“Saya akan sangat merindukannya dan saya akan menghargai momen-momen itu selamanya,” katanya.
Etihad Siapkan Perpisahan Emosional
Pertandingan terakhir musim ini diperkirakan berubah menjadi malam penghormatan bagi Guardiola dan sejumlah pemain senior Manchester City.
Suporter City dipastikan memenuhi Etihad untuk memberikan salam perpisahan kepada sosok yang membawa klub mencapai era tersukses dalam sejarah modern mereka.
Kepergian Guardiola sekaligus menandai akhir sebuah era besar di Premier League. (*)
Editor : Efprizan