PONTIANAK POST - Timnas Korea Selatan memasuki Piala Dunia 2026 dengan modal impresif setelah menuntaskan 16 pertandingan kualifikasi tanpa kekalahan, mencetak 40 gol, dan hanya kebobolan delapan kali.
Namun, menjelang turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, keberhasilan tersebut belum sepenuhnya mampu meredam keraguan publik terhadap kepemimpinan pelatih Hong Myung-Bo.
Korea Selatan akan menjalani Piala Dunia ke-11 secara beruntun dan yang ke-12 sepanjang sejarah, mempertegas status mereka sebagai salah satu kekuatan paling konsisten di Asia.
Baca Juga: Arsenal Siapkan Morgan Gibbs-White Jika Gagal Dapatkan Rogers
Tim Taegeuk Warriors bahkan menjadi satu-satunya wakil Asia yang tidak terkalahkan sepanjang fase kualifikasi menuju edisi 2026.
Meski demikian, gaya permainan yang dinilai terlalu konservatif membuat Hong terus menjadi sasaran kritik dari sebagian suporter.
Situasi tersebut menciptakan kontras antara hasil yang sangat positif di atas lapangan dan tingkat kepercayaan publik yang belum sepenuhnya pulih menjelang dimulainya Piala Dunia 2026.
Mantan kapten legendaris Korea Selatan yang membawa negaranya mencapai semifinal Piala Dunia 2002 itu dinilai terlalu konservatif setelah meninggalkan skema 4-2-3-1 berintensitas tinggi dan beralih ke formasi tiga hingga lima bek.
Perubahan tersebut belum sepenuhnya berhasil. Sejumlah hasil kurang meyakinkan, termasuk kekalahan telak 0-5 dari Brasil dan 0-4 dari Pantai Gading dalam laga uji coba, semakin memperbesar keraguan publik terhadap tim.
Meski demikian, Korea Selatan tetap memiliki sederet pemain berpengalaman yang bisa menjadi pembeda.
Kapten sekaligus ikon sepak bola Asia, Son Heung-min, masih menjadi tumpuan utama tim.
Pemain berusia 33 tahun itu hanya terpaut dua gol dari rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Korea Selatan milik Cha Bum-kun yang mengoleksi 58 gol internasional.
"Saya mungkin menyimpan gol-gol saya untuk Piala Dunia," canda Son terkait performanya yang belum mencetak gol di MLS musim ini.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Tak Mau Cuma Jadi Tuan Rumah, Pochettino Punya Misi Berat
Selain Son, Korea Selatan mengandalkan kreativitas gelandang Lee Kang-in yang baru saja meraih gelar Liga Champions bersama Paris Saint-Germain serta bek tangguh Kim Min-jae dari Bayern Munich.
BBC Sport menyebut trio Son, Lee, dan Kim sebagai kombinasi "tombak dan perisai" yang menjadi kekuatan utama Korea Selatan di Piala Dunia 2026.
Korea Selatan tergabung di Grup A bersama Mexico, Czech Republic, dan South Africa. (*)
Editor : Budi Miank