PONTIANAK POST - Pagi ini, Rabu (17/6), langkah Argentina mempertahankan gelar juara dunia dimulai. Menghadapi Aljazair pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, sorotan utama kembali tertuju kepada Lionel Messi.
Bukan sekadar kapten tim, Messi kini menjadi simbol sekaligus penjaga marwah Argentina sebagai juara bertahan. Dalam usia 39 tahun dan menjalani Piala Dunia keenam sepanjang kariernya, Sang GOAT memikul tanggung jawab besar untuk memastikan Albiceleste tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi di Qatar empat tahun lalu.
Argentina tentu belum melupakan luka saat tumbang 1-2 dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2022. Kekalahan itu sempat mengguncang dunia sepak bola sebelum akhirnya berubah menjadi titik balik menuju gelar juara dunia ketiga mereka.
Pengalaman tersebut membuat pelatih Lionel Scaloni tak ingin timnya kembali terpeleset di pertandingan pertama. Start sempurna menjadi target mutlak demi menjaga momentum sekaligus membuka jalan menuju ambisi mempertahankan trofi dunia.
Modal Argentina sangat kuat. Sejak menjuarai Piala Dunia 2022, mereka mencatat 34 kemenangan dari 39 pertandingan. Albiceleste juga sukses menjuarai Copa America 2024 dan menunjukkan pertahanan yang solid dengan 28 kemenangan tanpa kebobolan.
Namun Aljazair datang bukan sekadar sebagai pelengkap grup. Tim asuhan Vladimir Petkovic membawa kepercayaan diri tinggi setelah mencatat hasil positif dalam sejumlah laga uji coba, termasuk mengalahkan Belanda dan menahan Uruguay.
Dipimpin Riyad Mahrez serta diperkuat Amine Gouiri dan Farès Chaïbi, Aljazair diprediksi mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Strategi itu mengingatkan Argentina pada ancaman yang pernah diberikan Arab Saudi di Qatar.
Di tengah ancaman tersebut, kehadiran Messi menjadi pembeda utama. Pengalaman, ketenangan, dan kepemimpinannya menjadi aset yang tak dimiliki banyak tim peserta Piala Dunia 2026.
Messi tak lagi hanya diharapkan mencetak gol atau menciptakan assist. Ia menjadi jangkar mental bagi generasi Argentina yang kini memikul status juara dunia. Sosok yang menjaga fokus tim agar tidak terlena oleh reputasi maupun tekanan.
Karena itu, duel melawan Aljazair bukan sekadar perebutan tiga poin. Ini adalah ujian pertama Argentina untuk membuktikan bahwa mereka telah belajar dari sejarah.
Dan bagi Lionel Messi, laga ini menjadi kesempatan menjaga marwah juara dunia sekaligus memastikan mimpi buruk Qatar 2022 tetap menjadi kenangan, bukan kenyataan yang terulang. (ars)
Perkiraan Formasi
Argentina vs Aljazair
Piala Dunia 2026 – Grup J
Rabu, 17 Juni 2026 | 08.00 WIB | Live TVRI
| Argentina (4-3-3) | Posisi | Aljazair (4-2-3-1) |
|---|---|---|
| Emiliano Martínez | Kiper | Alexis Guendouz |
| Nahuel Molina | Bek Kanan | Mohamed Belghali |
| Cristian Romero | Bek Tengah | Aïssa Mandi |
| Nicolás Otamendi | Bek Tengah | Ramy Bensebaini |
| Nicolás Tagliafico | Bek Kiri | Rayan Aït-Nouri |
| Rodrigo De Paul | Gelandang | Hicham Boudaoui |
| Enzo Fernández | Gelandang | Nabil Bentaleb |
| Alexis Mac Allister | Gelandang | Riyad Mahrez |
| Thiago Almada | Sayap | Ibrahim Maza |
| Lautaro Martínez | Penyerang | Farès Chaïbi |
| Lionel Messi | Sayap/Penyerang | Amine Gouiri |
Pelatih: Lionel Scaloni (Argentina)
Pelatih: Vladimir Petkovic (Aljazair)