PONTIANAK POST – Kekalahan Belgia dari Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026 tidak hanya mengakhiri perjalanan De Rode Duivels, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai masa depan salah satu pemain terpenting mereka, Thibaut Courtois.
Kiper berusia 34 tahun itu mengaku mulai mempertimbangkan untuk mengurangi aktivitas bersama tim nasional Belgia. Courtois bahkan membuka kemungkinan untuk mengambil jeda dari sepak bola internasional setelah perjalanan panjangnya membela negaranya.
"Soal masa depan saya di timnas, kita lihat saja nanti. Mungkin saya ingin beristirahat dulu dari Nations League karena itu bukan turnamen yang paling penting, lalu kembali saat kualifikasi Euro," ujar Courtois dikutip dari beIN Sports.
Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan laga melawan Spanyol menjadi pertandingan terakhirnya bersama Belgia.
"Kalau tidak, mungkin hari ini adalah pertandingan terakhir saya," katanya.
Cedera Mengakhiri Perjuangan di Laga Krusial
Dalam pertandingan melawan Spanyol, Courtois harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah mengalami cedera otot kaki pada menit ke-71.
Keputusan pergantian tersebut menjadi momen sulit bagi Belgia. Tidak lama setelah Courtois keluar, Spanyol mencetak gol melalui Mikel Merino pada menit ke-88 yang memastikan langkah Belgia terhenti.
Courtois mengaku sebenarnya masih mampu melanjutkan pertandingan, tetapi kondisi fisiknya membuat keputusan terbaik harus diambil.
"Saya sebenarnya masih bisa bertahan lima atau sepuluh menit lagi, selama tidak harus menendang bola terlalu jauh. Tapi pada akhirnya tim adalah yang utama, saya memahami keputusan itu," ujarnya.
Courtois tetap menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026. Kiper berusia 34 tahun itu mencatatkan 625,08 menit bermain, menjadikannya salah satu pemain dengan waktu tampil terbanyak bagi Belgia sepanjang turnamen.
Pengalaman Courtois di panggung dunia juga tidak perlu diragukan. Ia telah tampil dalam 19 pertandingan Piala Dunia dengan koleksi delapan clean sheet, termasuk satu laga tanpa kebobolan pada edisi 2026. Catatan tersebut menempatkannya dalam jajaran penjaga gawang dengan rekor clean sheet terbaik sepanjang sejarah turnamen.
Akhir Sebuah Era Sang Penjaga Gawang Generasi Emas
Courtois selama lebih dari satu dekade menjadi simbol kekuatan Belgia. Sejak debut internasional pada 2011, ia berkembang menjadi salah satu kiper terbaik dunia dan menjadi bagian penting dari generasi emas Belgia.
Bersama Belgia, Courtois tampil di berbagai turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2014, 2018, 2022, dan 2026.
Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, ia membantu Belgia meraih posisi ketiga sekaligus mencatatkan penghargaan Golden Glove sebagai kiper terbaik turnamen.
Selama lebih dari satu dekade membela Belgia, Thibaut Courtois menjelma menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah tim nasional. Kiper kelahiran Bree itu telah mencatat 115 penampilan (caps) bersama Belgia sejak debut internasional pada 2011, menjadikannya salah satu penjaga gawang dengan pengalaman terbanyak dalam sejarah De Rode Duivels.
Pengaruh Courtois juga terlihat dari rekam jejaknya di Piala Dunia. Ia telah tampil dalam 19 pertandingan Piala Dunia dan mencatat delapan clean sheet, sebuah catatan yang menempatkannya sejajar dengan jajaran kiper terbaik sepanjang sejarah turnamen. Pada Piala Dunia 2026, Courtois menambah koleksi tersebut dengan satu laga tanpa kebobolan.
Prestasi terbesar Courtois bersama Belgia terjadi pada Piala Dunia 2018 ketika ia meraih Golden Glove FIFA sebagai kiper terbaik turnamen setelah membantu negaranya finis di posisi ketiga. Penampilan luar biasanya di Rusia 2018 juga membuatnya masuk dalam daftar penjaga gawang paling berpengaruh dalam sejarah Piala Dunia modern.
Masih Menunggu Keputusan Federasi Belgia
Courtois menegaskan keputusan mengenai masa depannya tidak sepenuhnya berada di tangannya.
Menurutnya, pembahasan dengan federasi dan tim nasional akan menentukan langkah berikutnya.
Jika memilih mundur, kepergian Courtois akan menjadi salah satu kehilangan besar bagi Belgia yang sedang memasuki fase regenerasi setelah era generasi emas yang dihuni pemain seperti Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Eden Hazard.
Namun jika kembali memperkuat Belgia, pengalaman Courtois tetap menjadi aset berharga bagi skuad muda yang sedang dibangun. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro