PONTIANAK POST - Harapan AC Milan memiliki pemain yang mengangkat trofi Piala Dunia 2026 praktis sirna setelah Prancis kalah dari Spanyol, mengakhiri kiprah mayoritas 11 pemain Rossoneri yang tampil di turnamen tersebut, sementara performa mereka menghadirkan catatan yang beragam, mulai dari tampil impresif hingga gagal memenuhi ekspektasi.
Berdasarkan evaluasi media Italia Milan Vibes dan Footballamericano, Sebanyak 11 pemain AC Milan mendapat kesempatan membela negaranya di Piala Dunia 2026, menjadikan klub Serie A itu sebagai salah satu penyumbang pemain terbanyak dalam kompetisi tersebut.
Di antara seluruh wakil Milan, gelandang Adrien Rabiot dan kiper Mike Maignan menjadi dua nama yang dinilai tampil paling konsisten sepanjang turnamen bersama Prancis.
Rabiot dan Maignan Jadi Penampil Terbaik
Rabiot menjadi motor lini tengah Prancis dengan mencatat sekitar 500 menit bermain, akurasi umpan mencapai 90 persen, rata-rata lima kali merebut bola per pertandingan, serta memenangi 60 persen duel udara.
Baca Juga: Pulisic Tunda Kontrak Baru, AC Milan Harus Menunggu Keputusan Sang Bintang
Meski tampil kurang maksimal saat menghadapi Spanyol sebelum ditarik keluar pada babak pertama, kontribusinya sepanjang turnamen tetap mendapat apresiasi sebagai salah satu pemain Milan dengan performa terbaik.
Di bawah mistar, Mike Maignan juga menunjukkan kualitasnya sebagai kapten AC Milan.
Setelah sempat melakukan kesalahan saat menghadapi Senegal, Maignan bangkit dengan sederet penyelamatan penting, termasuk menggagalkan penalti ketika melawan Norwegia.
Statistiknya menunjukkan empat kali kebobolan, 10 penyelamatan, dan keberhasilan 100 persen dalam duel keluar dari sarang, sebagaimana dirangkum Milan Vibes.
Baca Juga: AC Milan Gigit Jari, Fiorentina Menangi Perburuan Bek Muda Real Madrid Victor Valdepeñas
Leao dan Modric Beri Kontribusi Positif
Rafael Leao tampil lebih baik dibanding performanya sepanjang musim bersama Milan.
Penyerang Portugal itu mencetak satu gol dan satu assist, termasuk umpan matang kepada Goncalo Ramos saat Portugal menyingkirkan Kroasia.
Leao membukukan 161 menit bermain dengan tingkat keberhasilan dribel sebesar 55 persen.
Sementara itu, Luka Modric sempat menjalani awal turnamen yang kurang meyakinkan, tetapi mampu bangkit dengan memberikan assist penting saat Kroasia mengalahkan Ghana.
Gelandang veteran tersebut mencatat rata-rata 73 sentuhan per pertandingan, akurasi umpan 90 persen, serta 16 kali merebut bola sebelum langkah Kroasia terhenti.
Goncalo Ramos juga memberikan dampak besar meski menit bermainnya terbatas.
Penyerang Portugal itu mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-95 saat menghadapi Kroasia setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Pulisic dan Gimenez Dihantam Cedera
Christian Pulisic memulai turnamen dengan assist dan kontribusi pada gol bunuh diri lawan saat melawan Paraguay.
Baca Juga: AC Milan Incar Bek Manchester United, Ruben Amorim Bidik Reuni dengan Mazraoui
Namun, pemain Amerika Serikat itu kembali dihantam cedera yang membuatnya diperkirakan absen sekitar delapan pekan.
Selama tampil di Piala Dunia, Pulisic membukukan 224 menit bermain, dua peluang emas tercipta, dan tingkat keberhasilan dribel 45 persen.
Santiago Gimenez justru menjalani turnamen yang mengecewakan bersama Meksiko.
Menurut evaluasi Footballamericano, penyerang tersebut gagal memanfaatkan peluang, hanya tampil sebagai pemain pengganti dalam beberapa laga, serta harus mengakhiri turnamen lebih cepat akibat cedera yang diperkirakan membuatnya menepi hingga awal 2027.
Baca Juga: AC Milan Bidik Jean-Baptiste Gorby, Manchester United Ikut Masuk Persaingan
Catatan tersebut memperpanjang masa sulit Gimenez setelah performanya dinilai belum mampu menyamai penampilan impresifnya ketika masih membela Feyenoord.
Beberapa Pemain Minim Kesempatan
Ardon Jashari gagal memanfaatkan peluang yang diberikan bersama Swiss.
Ia hanya mencatat akurasi umpan 68 persen saat menghadapi Kolombia sebelum ditarik keluar pada babak pertama dan kemudian hanya tampil singkat saat melawan Argentina.
Pervis Estupinan juga tidak banyak mendapat kesempatan bersama Ekuador dengan total 89 menit bermain.
Bek tersebut mencatat empat tekel sukses tanpa kontribusi signifikan dalam fase menyerang.
Alexis Saelemaekers tampil sebagai pelapis Belgia, tetapi tetap menyumbang satu gol ke gawang Selandia Baru pada hari ulang tahunnya.
Sementara itu, Koni De Winter menjadi satu-satunya pemain Milan yang tidak memperoleh satu menit pun bermain sepanjang turnamen.
Dengan berakhirnya perjalanan Prancis, AC Milan dipastikan tidak memiliki wakil yang mampu membawa pulang gelar juara dunia, meski sejumlah pemain tetap pulang dengan catatan individu yang cukup menjanjikan untuk menghadapi musim baru. (*)
Editor : Efprizan