PONTIANAK POST - Spanyol datang ke final Piala Dunia 2026 melawan Argentina dengan modal statistik yang menguntungkan setelah kembali menyingkirkan Prancis di semifinal, sebuah pola yang selalu berakhir dengan gelar juara di bawah pelatih Luis de la Fuente.
La Furia Roja memastikan tiket ke partai puncak usai mengalahkan Prancis 2-0 di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, melalui gol penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 dan Pedro Porro pada menit ke-58, sementara Argentina melaju setelah membalikkan keadaan dan menundukkan Inggris 2-1 di Atlanta (16/7).
Catatan tersebut membuat final Piala Dunia 2026 menghadirkan duel dua tim terbaik turnamen, tetapi Spanyol memiliki bekal statistik unik yang terus berulang dalam perjalanan kepelatihan Luis de la Fuente.
Pola Juara Luis de la Fuente Terulang Lagi
Kemenangan atas Prancis bukan sekadar mengantar Spanyol ke final, tetapi juga menghidupkan kembali pola sukses Luis de la Fuente di berbagai turnamen internasional.
Baca Juga: Jadwal Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Siapa Pantas Jadi Juara?
Pada Euro U-19 2015, Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 di semifinal sebelum menundukkan Rusia 2-0 pada final untuk meraih gelar juara.
Empat tahun kemudian, pola serupa kembali terjadi saat Euro U-21 2019 ketika Spanyol menghajar Prancis 4-1 di semifinal sebelum mengalahkan Jerman 2-1 di final dan kembali mengangkat trofi.
Sejarah itu terulang pada Euro 2024 ketika Spanyol menyingkirkan Prancis 2-1 di semifinal lalu mengalahkan Inggris 2-1 pada partai puncak untuk menjadi juara Eropa.
Kini, kemenangan 2-0 atas Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 kembali membuka peluang lahirnya akhir cerita yang sama bagi La Furia Roja.
Tiga Fakta Statistik yang Menguntungkan Spanyol
Fakta pertama, Luis de la Fuente selalu berhasil membawa Spanyol menjadi juara setiap kali mengalahkan Prancis pada semifinal turnamen besar.
Fakta kedua, pelatih berusia 65 tahun itu telah mempersembahkan empat trofi internasional bersama tim nasional Spanyol, yakni Euro U-19 2015, Euro U-21 2019, UEFA Nations League 2022/2023, dan Euro 2024, sehingga final Piala Dunia menjadi peluang meraih gelar kelima.
Fakta ketiga, Spanyol tampil sangat efektif sepanjang fase gugur dengan keseimbangan pertahanan dan serangan yang membuat lawan kesulitan menciptakan banyak peluang bersih.
Catatan statistik tersebut memang tidak menjamin kemenangan, tetapi menjadi modal psikologis penting menjelang laga terbesar di sepak bola dunia.
Baca Juga: Tuchel Salah Strategi, Inggris Kalah Dramatis dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Tantangan Besar Bernama Argentina
Meski memiliki statistik yang berpihak, Spanyol tetap menghadapi ujian terberat saat bertemu Argentina yang berstatus juara bertahan.
Tim asuhan Lionel Scaloni menunjukkan karakter juara ketika bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Inggris melalui gol Enzo Fernández dan Lautaro Martínez pada lima menit terakhir pertandingan.
Keunggulan Argentina terletak pada pengalaman bermain di laga besar, efektivitas serangan balik, kualitas Lionel Messi dalam menciptakan peluang, serta mental bertanding yang tetap tenang hingga peluit akhir.
Di sisi lain, Spanyol mengandalkan dominasi penguasaan bola, pressing tinggi, organisasi permainan yang disiplin, serta efektivitas penyelesaian akhir yang menjadi ciri khas tim asuhan Luis de la Fuente.
Duel dua filosofi permainan tersebut membuat final Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung seimbang dengan margin kemenangan yang sangat tipis.
Statistik Bukan Penentu, tetapi Layak Diperhitungkan
Sejarah memang tidak menentukan hasil pertandingan, tetapi pola yang berulang dalam perjalanan Luis de la Fuente menjadi alasan optimisme publik Spanyol.
Setiap kali berhasil menyingkirkan Prancis di semifinal, pelatih kelahiran Haro itu selalu mampu membawa timnya mengangkat trofi pada partai final.
Kini, kesempatan memperpanjang tradisi tersebut terbuka saat menghadapi Argentina yang juga datang dengan kepercayaan diri tinggi sebagai juara bertahan.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Berakhir untuk Rossoneri, Rabiot dan Maignan Jadi Sorotan AC Milan
Apabila Spanyol mampu mengatasi tekanan final dan mempertahankan konsistensi permainan seperti saat mengalahkan Prancis, peluang meraih gelar Piala Dunia pertama sejak 2010 akan semakin besar. (*)