PONTIANAK POST - Gelandang muda Manchester United, Kobbie Mainoo, belum mencatat satu menit pun bersama Timnas Inggris sepanjang Piala Dunia 2026 meski sebelumnya berjuang keras masuk skuad, situasi yang memicu tanda tanya sekaligus memberi keuntungan bagi klubnya menjelang musim baru.
Mainoo menjadi satu dari tiga pemain lapangan Inggris yang belum tampil di turnamen tersebut bersama Trevoh Chalobah dan Ivan Toney, sementara pelatih Thomas Tuchel lebih memilih memainkan Jordan Henderson yang berusia 36 tahun hingga bek kanan Reece James sebagai gelandang.
Keputusan Tuchel Tuai Pertanyaan
Keputusan Tuchel semakin disorot karena Inggris memiliki beberapa kesempatan memberikan menit bermain kepada Mainoo, termasuk saat bermain imbang tanpa gol melawan Ghana dan ketika menghadapi Panama pada fase grup.
Pada laga perempat final melawan Norwegia, Tuchel kembali mengesampingkan Mainoo dengan memasukkan Reece James sebagai gelandang darurat meski baru pulih dari cedera hamstring.
"Kami memasukkan Reece James sebagai pemain nomor enam sehingga Elliot Anderson bisa bermain sebagai nomor delapan dan Jude kembali ke posisi nomor 10," ujar Tuchel, seperti dikutip Manchester Evening News.
Pilihan tersebut memunculkan kritik karena Mainoo dikenal sebagai gelandang yang memang berposisi alami di sektor tengah dan dinilai layak mendapat kesempatan tampil.
Tidak ada indikasi Mainoo mengalami masalah disiplin maupun performa latihan selama berada di kamp pelatihan Inggris.
Bahkan ketika sempat kehilangan tempat utama di Manchester United pada awal musim lalu, pemain berusia 21 tahun itu tetap menunjukkan profesionalisme dan terus bekerja keras untuk merebut kembali kepercayaan pelatih.
Berkah Tersembunyi bagi Manchester United
Di balik kekecewaan karena belum dimainkan, kondisi tersebut justru membawa sisi positif bagi Manchester United.
Absennya Mainoo dari seluruh pertandingan membuat risiko cedera selama turnamen hampir tidak ada sehingga ia diperkirakan kembali ke Old Trafford dalam kondisi lebih segar untuk menghadapi musim 2026/2027.
Posisi Mainoo di Manchester United juga diyakini tidak akan terpengaruh oleh minimnya menit bermain bersama tim nasional.
Pelatih Michael Carrick disebut memahami kualitas lulusan akademi tersebut dan tetap memproyeksikannya sebagai bagian penting dalam pembangunan skuad musim depan.
Baca Juga: Tuchel Salah Strategi, Inggris Kalah Dramatis dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Mainoo sendiri mengaku periode sulit pada paruh pertama musim 2025/2026 membuatnya belajar untuk tetap fokus bekerja keras.
"Memang ada masa-masa sulit, tetapi saya mencoba fokus pada apa yang ada di depan saya, menjalani semuanya hari demi hari, terus meningkatkan kemampuan dan bekerja keras untuk tim. Syukurlah hasilnya datang," kata Mainoo kepada wartawan Inggris di Amerika Serikat, dikutip Manchester Evening News.
Ia juga mengaku berterima kasih kepada Michael Carrick atas kepercayaan yang diberikan hingga membuka jalan menuju skuad Piala Dunia.
"Saya sangat berterima kasih kepadanya. Jika dia tidak memberi saya kesempatan bermain, saya tidak akan berada di sini sekarang," ujar Mainoo.
Baca Juga: Jadwal Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Siapa Pantas Jadi Juara?
Meski kemungkinan tampil pada sisa turnamen sangat kecil karena Inggris telah memasuki fase penentuan, pengalaman berada di skuad Piala Dunia tetap menjadi modal berharga bagi Mainoo yang masih memiliki banyak kesempatan membela negaranya pada turnamen internasional berikutnya.
Apabila Inggris mampu mengakhiri penantian gelar dunia selama 60 tahun, Mainoo tetap berhak menerima medali juara sebagai bagian dari skuad The Three Lions. (*)
Editor : Efprizan