Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Di Usia 39 Tahun, Messi Masih Menggendong Argentina

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 16 Juli 2026 | 23:28 WIB
MERAYAKAN FINAL: Lionel Messi merayakan kemenangan Argentina bersama rekan-rekannya usai menaklukkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta. Dua assist pemain berusia 39 tahun itu membawa Albiceleste melaju ke final dan menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia. (FIFA)
MERAYAKAN FINAL: Lionel Messi merayakan kemenangan Argentina bersama rekan-rekannya usai menaklukkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta. Dua assist pemain berusia 39 tahun itu membawa Albiceleste melaju ke final dan menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia. (FIFA)

PONTIANAK POST - Saat sebagian besar orang seusianya bahkan tak punya stamina untuk sekadar begadang menonton sepak bola di televisi, Lionel Messi justru masih berlari di panggung olahraga terbesar di dunia.

Di usia 39 tahun, sang GOAT kembali membuktikan kelasnya dengan menginspirasi Argentina bangkit menundukkan Inggris 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7) WIB, sekaligus mengantar Albiceleste melaju ke partai puncak.

Nama Messi memang tidak muncul di papan skor. Namun, dua gol Argentina lahir dari sentuhan magis kaki kirinya. Dua assist yang diberikan kepada Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez kembali menunjukkan bahwa pengaruh kapten Albiceleste itu belum memudar, bahkan ketika usianya mendekati empat dekade.

Kemenangan dramatis tersebut sekaligus mengantarkan Messi tampil di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya sepanjang kariernya. Sebelumnya, ia membawa Argentina menjadi runner-up pada 2014 setelah kalah dari Jerman, lalu menuntaskan penantian panjang dengan mengangkat trofi pada edisi 2022 usai mengalahkan Prancis.

Kini, satu kesempatan terakhir kembali terbuka bagi legenda hidup sepak bola itu untuk menambah koleksi gelar Piala Dunia saat menghadapi Spanyol di Stadion MetLife, New York-New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB.

"Sungguh luar biasa bagaimana semua ini terjadi. Sejujurnya, sebelum Piala Dunia dimulai saya benar-benar percaya kepada tim ini. Saya tahu kami akan mencapai empat besar dan bersaing hingga akhir. Sekarang kami kembali berada di final," ujar yang terbaik yang pernah ada.

Bagi Messi, pencapaian itu bukan sekadar soal dirinya. Ia menilai keberhasilan Argentina merupakan buah dari kekompakan skuad yang telah dibangun sejak Copa America 2019.

"Semua yang saya alami bersama tim ini sejak kembali pada Copa America 2019 benar-benar luar biasa, jauh melampaui apa yang pernah saya bayangkan," ucap La Pulga.

"Saya menikmati setiap momennya, bukan hanya keberhasilan dan trofi yang kami raih. Menjalani keseharian bersama mereka dan bertanding berdampingan dengan mereka adalah perjalanan yang luar biasa. Kami juga telah memberikan begitu banyak kebahagiaan kepada para suporter. Saya sangat bahagia," kata Messi.

Bangkit Setelah Tertinggal

Argentina sempat dibuat terkejut setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul pada menit ke-55. Namun, tim asuhan Lionel Scaloni tidak kehilangan ketenangan.

Messi menilai mentalitas menjadi pembeda ketika Argentina berada dalam tekanan. Alih-alih panik, Albiceleste tetap memainkan sepak bola dengan sabar hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan.

Gol penyeimbang lahir melalui tendangan jarak jauh Enzo Fernandez pada menit ke-85 setelah menerima umpan Messi. Tujuh menit kemudian, Lautaro Martinez memastikan kemenangan lewat sundulan memanfaatkan assist kedua Messi.

"Saya rasa hari ini kami kembali menunjukkan apa yang telah kami lakukan selama bertahun-tahun. Tim ini memainkan sepak bola yang mengalir dan berkualitas. Kami sabar dan tahu bagaimana membaca momen-momen penting dalam pertandingan," ujar Messi.

Menurutnya, Argentina sebenarnya sudah menguasai permainan sejak awal laga meski belum banyak menciptakan peluang bersih pada babak pertama.

"Kami mengendalikan pertandingan dan lebih banyak menguasai bola. Setelah mereka mencetak gol, kami justru bermain lebih baik lagi," ucap peraih delapan Ballon d'Or tersebut.

Messi menegaskan, kekuatan terbesar Argentina bukan hanya kualitas individu, melainkan mental juang seluruh pemain.

"Saya rasa itu sekali lagi menunjukkan betapa kuatnya kami sebagai sebuah tim. Kami memiliki mental yang tangguh dan memainkan sepak bola yang bagus. Semua itu membantu kami meraih kemenangan hari ini," katanya.

Tantang Spanyol

Di final nanti, Messi akan menghadapi lawan yang sangat dikenalnya, yakni Spanyol. Sebagai mantan ikon Barcelona, Messi mengaku masih mengikuti perkembangan sepak bola Negeri Matador dan mengenal sebagian besar pemain yang akan menjadi lawannya.

"Mereka adalah tim yang luar biasa dengan pemain-pemain hebat. Mereka memainkan sepak bola yang sangat bagus," ujarnya.

"Saya mengenal tim Spanyol dengan sangat baik dan mereka memiliki gaya bermain yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Saya juga mengenal para pemainnya. Beberapa dari mereka bermain untuk Barca, klub yang sangat berarti bagi saya. Ini akan menjadi final Piala Dunia yang istimewa dan saya memperkirakan pertandingan akan berlangsung sangat ketat," lanjut Messi.

Final tersebut juga menghadirkan peluang besar bagi Argentina untuk mencatat sejarah. Jika mampu mengalahkan Spanyol, Albiceleste akan mempertahankan gelar juara dunia sekaligus menyamai rekor Italia (1934 dan 1938) serta Brasil (1958 dan 1962) sebagai negara yang mampu menjadi juara Piala Dunia secara beruntun.

Sementara itu, bagi Spanyol, kemenangan akan menghadirkan trofi Piala Dunia kedua setelah sukses pada edisi 2010. Partai puncak ini juga menjadi "Finalissima yang tertunda".

Seharusnya Argentina sebagai juara Copa America 2024 dan Spanyol sebagai juara Euro 2024 bertemu pada laga Finalissima tahun lalu. Namun pertandingan batal digelar karena situasi keamanan di Timur Tengah serta tidak tercapainya kesepakatan mengenai lokasi pertandingan.

Kini, duel yang sempat tertunda itu akhirnya akan tersaji di panggung yang jauh lebih megah: final Piala Dunia. Bagi Messi, laga tersebut bukan sekadar perebutan trofi. Ini adalah kesempatan untuk kembali mengukir sejarah, mempertegas warisannya sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa, sekaligus membuktikan bahwa usia 39 tahun belum cukup untuk menghentikan magis sang GOAT. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Messi bawa Argentina ke final Piala Dunia 2026 Dua assist Messi lawan Inggris Argentina vs Spanyol final Piala Dunia 2026 Messi usia 39 tahun Messi ukir sejarah Piala Dunia