PONTIANAK POST - Prancis dan Inggris akan menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan bertanding pada perebutan peringkat ketiga di Hard Rock Stadium, Miami, Sabtu (18/7) waktu setempat atau Minggu (19/7) pukul 04.00 WIB, dalam laga yang menjadi momen perpisahan Didier Deschamps bersama Les Bleus sekaligus kesempatan Kylian Mbappe mengejar rekor sejarah Piala Dunia.
Kedua tim datang dengan kondisi emosional yang belum pulih setelah gagal melaju ke final, di mana Prancis kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal, sedangkan Inggris menyerah 1-2 dari Argentina sehari kemudian.
Meski perebutan tempat ketiga kerap dipandang kurang bergengsi dibanding final, pertandingan ini tetap menyimpan sejumlah kepentingan besar, mulai dari penutupan era Deschamps hingga peluang Mbappe menorehkan sejarah baru bersama tim nasional Prancis.
Perpisahan Didier Deschamps Setelah 14 Tahun
Laga di Miami menjadi pertandingan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional Prancis setelah memimpin Les Bleus selama 14 tahun.
Selama masa kepemimpinannya, Deschamps membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, menjadi finalis pada edisi 2022, serta mengantarkan Les Bleus menembus semifinal dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Meski gagal menutup kariernya dengan trofi Piala Dunia kedua sebagai pelatih, Deschamps masih memiliki kesempatan mengakhiri pengabdiannya dengan kemenangan.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengakui laga perebutan tempat ketiga bukan pertandingan yang diinginkan para pemain setelah gagal mencapai final.
"Kami tidak ingin memainkan pertandingan ini. Para pemain Prancis juga tidak menginginkannya. Kami memberikan segalanya untuk bisa tampil di final," kata Thomas Tuchel kepada Reuters.
Mbappe Berpeluang Ukir Rekor Baru
Di balik rendahnya gengsi pertandingan perebutan tempat ketiga, Kylian Mbappe memiliki motivasi pribadi yang sangat besar.
Kapten Prancis itu telah mengoleksi delapan gol sepanjang Piala Dunia 2026 dan total 20 gol sepanjang penampilannya di ajang Piala Dunia.
Catatan tersebut membuat Mbappe masih bersaing dalam perebutan Sepatu Emas sekaligus semakin dekat dengan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Tanpa tekanan besar seperti di final, pertandingan melawan Inggris menjadi peluang terakhir bagi Mbappe untuk menambah koleksi gol sekaligus memperkuat posisinya dalam sejarah sepak bola dunia.
Rotasi Pemain Diperkirakan Terjadi
Reuters melaporkan Prancis diperkirakan akan melakukan rotasi besar-besaran dengan memberi kesempatan kepada pemain yang minim menit bermain sepanjang turnamen.
Thomas Tuchel juga diprediksi mengambil langkah serupa setelah skuad Inggris menjalani rangkaian pertandingan yang menguras tenaga dan mental.
Bagi para pemain pelapis kedua tim, laga ini menjadi kesempatan terakhir menunjukkan kualitas mereka sebelum turnamen berakhir.
Sementara bagi Deschamps dan Mbappe, pertandingan ini memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar perebutan medali perunggu, yakni penutup manis bagi sang pelatih dan peluang mencetak sejarah bagi sang kapten. (*)