SINGKAWANG - Anggota DPRD Singkawang, Elzi Syaiyid, meminta Pemerintah Kota Singkawang, Bawaslu, dan KPU Singkawang untuk netral dalam perhelatan Pilkada. Termasuk pada acara pemerintahan dalam rangkaian hari jadi pembentukan Kota Singkawang ke-23.
"Kami minta tidak ada agenda politik praktis dalam setiap acara pemerintahan dalam rangkaian hari jadi pembentukan Kota Singkawang," ungkap Elzi, yang merupakan anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Singkawang, Rabu (9/10).
Agenda politik yang ia maksud adalah penyusupan pasangan calon untuk hadir atau tampil dalam acara pemerintahan tersebut, meski hanya sekadar melambaikan tangan atau memperkenalkan diri.
"Hal ini harus menjadi perhatian pihak pemerintahan, terutama dinas di lingkup Pemerintah Kota Singkawang," pintanya.
Ia mengatakan hal ini sebagai peringatan sekaligus langkah antisipatif bagi penyelenggara pemerintahan dalam menciptakan suasana kondusif dalam demokrasi di Kota Singkawang.
"Jika ini terjadi, maka kami minta KPU dan Bawaslu bertindak sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai ini menjadi kisruh," jelasnya.
Seperti yang diketahui, kata dia, agenda rangkaian HUT Pemkot ke-23 ini banyak bervariasi dan bahkan tak jarang melibatkan massa yang banyak. Sehingga, kondisi tersebut rawan disusupi agenda politik praktis dalam suasana Pilkada saat ini. (har)
Editor : A'an