PONTIANAK POST – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Muhlis, menggelar rapat koordinasi bersama para Kepala Madrasah di lingkungan Kemenag Singkawang di Operation Room Kantor, Kamis (27/2).
Rakor ini dihadiri oleh seluruh Kepala RA, MI, MTs, dan MA, baik negeri maupun swasta, serta para Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI).
Fokus utama pertemuan adalah memonitor persiapan madrasah dalam penyelenggaraan pembelajaran di bulan Ramadan serta pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026.
Mengacu pada Surat Edaran Bersama (SEB) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2025 dan Nomor 400.1/320/SJ tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1446 H/2025 M, madrasah diharapkan tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mengadakan kegiatan yang dapat meningkatkan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kesadaran sosial bagi peserta didik.
"Saya berharap seluruh madrasah dapat berkreasi dan berinovasi dalam menyusun serta mengemas kegiatan yang sesuai dengan SEB ini," ujar Muhlis. "Istilah ‘Pesantren Kilat’ mungkin tepat digunakan di sekolah umum, tetapi kurang cocok bagi madrasah, apalagi sebagian besar madrasah kita berada di lingkungan pesantren," lanjutnya.
Muhlis juga memberikan beberapa contoh inovasi yang dapat diterapkan oleh madrasah dalam mengisi bulan Ramadan. "Untuk memberikan suasana baru bagi siswa, antar madrasah bisa melakukan kerja sama atau nota kesepahaman untuk saling bertukar ustaz dan ustazah sebagai pengisi materi," paparnya.
"Ramadan juga bisa menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran sosial dan jiwa kepemimpinan santri dengan melibatkan mereka secara aktif dalam kepanitiaan kegiatan Ramadan," imbuhnya.
Dalam rakor ini, para kepala madrasah juga melaporkan perkembangan PPDB di madrasah masing-masing. Beberapa madrasah telah menyelesaikan PPDB karena jumlah siswa sudah mencapai kuota, sementara sebagian besar lainnya telah memenuhi lebih dari 50% kapasitas.
Namun, ada beberapa madrasah yang masih perlu bekerja lebih keras untuk mencapai target penerimaan. "Alhamdulillah, tahun ini kami menerima dua kelas dan kuota sudah terpenuhi," ujar Fathrul, Kepala MIS Asy-Syafiiyah.
Sementara itu, Kepala MIS Ushuluddin, Masruraini, menyebutkan bahwa masih ada beberapa formulir pendaftaran yang belum dikembalikan. "Namun, kami optimis kuota PPDB tahun ini sebanyak empat kelas akan segera terpenuhi," tambahnya.
Di jenjang RA, RA Anak Sholeh telah menyelesaikan PPDB dengan kuota dua kelas. Sementara RA Al Ikhlas, RA Fajar Harapan, RA Nurul Islam, dan RA BIAM juga optimis bahwa kuota masing-masing akan terpenuhi dalam waktu dekat. (har)
Editor : A'an