PONTIANAK POST - Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Nyarumkop, Singkawang, Kalimantan Barat, dengan memantau pembentukan Koperasi Jamaah Masjid Al-Fattah dan mengevaluasi sistem penyembelihan hewan kurban pasca-Iduladha. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang digelar pada 19 Juni 2025.
Tim melakukan verifikasi anggota koperasi, menilai perkembangan struktur kepengurusan, dan menyusun rencana usaha berbasis potensi lokal seperti pertanian jagung dan olahan makanan tradisional. “Semangat kolektif jamaah Masjid Al-Fattah adalah kekuatan sosial yang perlu terus diberdayakan. Koperasi menjadi wadah untuk menumbuhkan kejujuran, saling percaya, dan pengelolaan keuangan yang adil sesuai prinsip syariah,” ujar Dr. Rizal Mustansyir, dosen Fakultas Filsafat UGM.
Ketua tim, Sonjoruri Budiani Trisakti, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan koperasi melalui pelatihan manajemen usaha dan literasi keuangan. Pelatihan lanjutan akan difokuskan pada pengelolaan usaha komunitas dan perencanaan keuangan mikro. Di sisi lain, tim juga memantau pelaksanaan penyembelihan kurban yang sebelumnya telah dilatihkan. Evaluasi dilakukan lewat wawancara dengan panitia, analisis dokumentasi, serta penilaian aspek kesejahteraan hewan dan kebersihan pengolahan daging.
Narasumber pelatihan, Gema Bestari, menyatakan sebagian besar proses penyembelihan telah sesuai kaidah yang diajarkan. “Yang menggembirakan adalah tumbuhnya kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga standar pemotongan, dari pemilihan hewan hingga distribusi daging,” ungkapnya. Kegiatan ditutup dengan diskusi warga dan penyerahan laporan perkembangan koperasi kepada pengurus masjid. (har)
Editor : Hanif