PONTIANAK POST – Yayasan Misi Wanita (Yamista) Borneo menggelar pelantikan pengurus periode 2025-2028 di Hotel Lavender, Singkawang, pada Sabtu (8/11/2025). Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan ibadah bersama, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan pengurus, serta rapat kerja organisasi.
Pelantikan dipimpin langsung oleh pendiri Yamista Borneo, Ev Heny Arifin, S.Pd., M.A., yang didampingi oleh Pdt. Agustinus, M.Th., sebagai pengawas. Setelah pembacaan surat keputusan dan pengucapan ikrar sumpah janji, Heny Arifin melakukan penyematan pin dan pengalungan syal kepada pengurus baru sebagai tanda kesiapan mereka mengemban tugas.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, termasuk Petrus Yudha Sasmita, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemerintah Kota Singkawang, yang hadir mewakili Wali Kota Singkawang, serta anggota DPRD Singkawang Messy Tandora.
Dalam sambutannya, Petrus Yudha Sasmita mengapresiasi pelantikan pengurus Yamista Borneo dan menyatakan dukungannya terhadap gerakan sosial dan pelayanan masyarakat yang dijalankan oleh organisasi ini. Ia juga menekankan pentingnya prinsip kebhinekaan, toleransi, dan gotong royong dalam pembangunan kota Singkawang, yang harus menjadi landasan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara.
“Pemerintah Kota Singkawang mendukung penuh pergerakan sosial yang dilakukan oleh Yamista Borneo. Kami berharap organisasi ini dapat menjadi mitra dalam pembangunan, baik dalam aspek moral, sosial, maupun kemanusiaan,” ungkap Petrus Yudha.
Ev Heny Arifin menjelaskan bahwa Yayasan Misi Wanita Borneo adalah organisasi yang bergerak di bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan kemanusiaan dengan fokus pada pemberdayaan wanita. Menurutnya, wanita memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, dan agen perubahan dalam keluarga dan masyarakat.
“Yamista Borneo memiliki visi untuk membawa generasi yang cinta Tuhan, berkarakter, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara. Kami berkomitmen untuk membangun generasi yang berintegritas dan hidup sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan,” ujar Heny.
Yamista Borneo memiliki misi untuk mengajak wanita menjadi agen perubahan yang membentuk generasi takut akan Tuhan. Selain itu, organisasi ini juga berfokus pada pemberdayaan wanita dalam mendukung pendidikan iman di keluarga dan masyarakat. Misi lainnya mencakup membangun kehidupan rohani, sosial, pendidikan, dan kemanusiaan melalui pelayanan nyata, serta memperluas jejaring kerjasama dengan lembaga-lembaga rohani, sosial, dan pemerintah.
Pdt. Agustinus, M.Th., selaku pengawas, berharap agar pengurus yang baru dilantik dapat bekerja sesuai dengan visi, misi, dan program kerja yang telah ditetapkan. Ia menekankan pentingnya pengurus untuk memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Yamista Borneo harus menebarkan kebajikan dan kebaikan, menjadi pelayan yang memberi dampak positif bagi kehidupan orang lain. Minimal, kita tidak boleh menyusahkan orang lain,” ungkap Pdt. Agustinus. Ia juga berharap agar pengurus dapat menjalankan tugas mereka dengan sepenuh hati, profesional, dan bertanggung jawab.(har)
Editor : Hanif