PONTIANAK POST — Suasana sempat memanas di sekitar kantor Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak ketika sebagian massa yang hadir terlibat kericuhan, Jumat (21/11). Insiden itu terjadi saat sidang kasus korupsi dengan terdakwa Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Sumastro, yang menghadirkan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, sebagai saksi.
Aparat kepolisian tampak berjaga ketat di sekitar kantor PN Tipikor Pontianak yang berlokasi di Jalan Urai Bawadi. Tak perlu waktu lama, kondisi kembali kondusif.
Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat ramainya massa yang memadati area pengadilan.
Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat, terutama yang datang dari Singkawang, berkumpul untuk memberikan dukungan moral kepada wali kota mereka. Massa memenuhi area luar gedung pengadilan sambil menantikan jalannya persidangan.
Salah satu warga yang hadir, Yuda, mewakili Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang, mengatakan bahwa kehadiran massa merupakan inisiatif pribadi warga.
“Jadi kami hadir di sini untuk memberi dukungan moral kepada Wali Kota Singkawang," tuturnya.
Yuda menyebut jumlah warga yang hadir mencapai sekitar seratus orang. Ia menegaskan bahwa tujuan mereka adalah memberikan dukungan, bukan menciptakan keributan.
Ia pun menduga ada pihak-pihak yang ingin mencoreng nama Kota Singkawang. "Soal kericuhan tadi, itu bukan dari pihak kami,” katanya.
Menurutnya, massa datang untuk mendengarkan persidangan dan memastikan proses hukum berjalan aman tanpa adanya kepentingan lain yang dapat memicu konflik.
“Wali kota kita diminta menjadi saksi, jadi kami ingin memastikan persidangan ini aman. Jangan sampai ada kepentingan-kepentingan lain,” tambahnya. (sti)
Editor : Miftahul Khair