PONTIANAK POST – Pertamina meningkatkan pasokan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) di Kota Singkawang guna mengatasi kelangkaan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sejak awal Januari 2026, tambahan pasokan sebanyak 26.826 tabung per hari telah digelontorkan ke wilayah ini.
Sales Branch Manager Kalbar 1 Fuel Pertamina, Irsan Firdaus Ghasani, mengatakan penyebab utama kelangkaan gas "melon" di Singkawang diketahui akibat faktor cuaca buruk yang menghambat kapal pengangkut LPG bersandar di Pontianak. Selain kendala distribusi, kondisi ini diperparah oleh fenomena pembelian berlebih (over buying) oleh masyarakat.
"LPG terlambat masuk ke pusat pangkalan di Kalbar karena kapal pengangkut tidak bisa bersandar di depo terminal Pertamina untuk proses bongkar muat akibat cuaca," ujar Irsan dalam konferensi pers bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Singkawang, Dwiyanti, Kadiskominfo Chantal Novyanti, dan Kadisperindagkop Yazmalizar di ruang TCM Pemkot Singkawang, Selasa (20/1).
Meskipun belum bisa memastikan kapan kondisi akan kembali normal sepenuhnya, Pertamina menjamin akan terus memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai perencanaan distribusi. Selain menambah stok, Pertamina juga memperketat monitoring terhadap agen dan pangkalan.
Irsan menegaskan, pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi tegas jika ditemukan penyimpangan di lapangan. "Kami melakukan monitoring rutin setiap bulan. Jika ditemukan agen atau pangkalan yang melakukan pelanggaran distribusi, akan langsung kami sanksi," tegasnya.
Larangan bagi ASN dan Industri
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan energi, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri yang diprediksi akan meningkatkan konsumsi masyarakat.
Sekda Singkawang, Dwi Yanti, menyatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran resmi sebagai langkah antisipasi. Dalam edaran tersebut, pemkot melarang Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri menggunakan gas elpiji 3 kg.
"Kami juga meminta perusahaan besar, sektor industri, hingga restoran untuk tidak menggunakan gas subsidi ini agar alokasinya tepat sasaran bagi masyarakat tidak mampu," kata Dwi Yanti.
Ia berharap upaya kolaboratif antara Pertamina dan Pemkot ini dapat segera memulihkan stabilitas pasokan di masyarakat. "Kami akan terus memantau perkembangan distribusi di lapangan hingga situasi benar-benar kondusif," pungkasnya. (har)
Editor : Hanif