Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Nonton Bareng Film Cyber Bullying di Singkawang Jadi Edukasi Cegah Perundungan Digital Pelajar

Hari Kurniathama • Jumat, 17 April 2026 | 07:44 WIB
NOBAR: Wakapolres Kompol Riko Syafutra, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Setda Singkawang Petrus Yudha Sasmitha, Kadisdikbud Kota Singkawang Asmadi, unsur PGRI, pihak sekolah, dan pelaku industri hiburan ikut nonton bareng film "Cyber Bullying"
NOBAR: Wakapolres Kompol Riko Syafutra, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Setda Singkawang Petrus Yudha Sasmitha, Kadisdikbud Kota Singkawang Asmadi, unsur PGRI, pihak sekolah, dan pelaku industri hiburan ikut nonton bareng film "Cyber Bullying"

PONTIANAK POST - Upaya membangun generasi berkarakter sekaligus mencegah maraknya perundungan di dunia maya terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dikemas secara edukatif melalui pemutaran film bertema “Cyber Bullying”, Rabu (15/4) di Bioskop XXI Singkawang Grand Mall.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Wakapolres Singkawang Kompol Riko Syafutra, perwakilan Wali Kota Singkawang yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Petrus Yudha Sasmitha, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Asmadi, serta unsur PGRI, pihak sekolah, dan pelaku industri hiburan.

Dalam sambutannya, Wakapolres Singkawang menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter bukan sekadar program formal, melainkan gerakan bersama yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Nilai-nilai utama seperti religius, nasionalisme, kemandirian, gotong-royong, dan integritas harus menjadi dasar dalam membentuk perilaku generasi muda, baik di lingkungan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari.

Ia juga menyoroti bahaya cyber bullying yang kerap dianggap sepele, padahal memiliki dampak serius terhadap korban. Perundungan di dunia maya dapat berupa hinaan, ancaman, penyebaran informasi palsu hingga pelanggaran privasi, yang berpotensi menurunkan kepercayaan diri, mengganggu kesehatan mental, hingga berdampak pada prestasi belajar anak.

Baca Juga: Pemkot Singkawang Gelar Gebyar Hardiknas 2026, Dorong Siswa Bangun Karakter dan Sportivitas

Sementara itu, perwakilan Wali Kota Singkawang menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital memang membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru. Ia mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi di media sosial tetap memiliki batasan hukum, sehingga masyarakat, khususnya pelajar, perlu bijak dalam berinteraksi di ruang digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memahami pentingnya pendidikan karakter, tetapi juga lebih sadar akan risiko dan konsekuensi dari perilaku di dunia maya. Pemutaran film “Cyber Bullying” menjadi sarana refleksi bersama agar generasi muda mampu membangun empati, saling menghargai, serta menciptakan lingkungan digital yang aman dan positif. (har)

Editor : Hanif
#cyber bullying #perundungan digital #pelajar #edukasi #Nonton Bareng