Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Ritual Adat dan Misa Syukur Buka Gawe Dayak Naik Dango Singkawang

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 28 Mei 2026 | 22:13 WIB
PELESTARIAN ADAT: Tokoh adat dan panitia mengikuti ritual Ngampar Bide saat pembukaan Gawe Dayak Naik Dango XXVI Tahun 2026 di Rumah Adat Dayak Kota Singkawang, Rabu (27/5).
PELESTARIAN ADAT: Tokoh adat dan panitia mengikuti ritual Ngampar Bide saat pembukaan Gawe Dayak Naik Dango XXVI Tahun 2026 di Rumah Adat Dayak Kota Singkawang, Rabu (27/5).

 

PONTIANAK POST — Perayaan Gawe Dayak Naik Dango XXVI Tahun 2026 resmi dimulai di Kota Singkawang, Rabu (27/5), ditandai ritual adat dan misa syukur di Rumah Adat Dayak Kota Singkawang, Jalan Baru Nomor 7, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan.

Tradisi tahunan masyarakat Dayak tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur atas kehidupan dan hasil panen yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa. Sejak pagi, masyarakat adat, tokoh agama, hingga warga mulai memadati lokasi kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya.

Rangkaian acara diawali ritual adat Ngampar Bide yang diikuti tokoh adat, panitia, serta unsur pemerintahan daerah. Hadir dalam kegiatan itu Ketua Panitia Andreas Aan, Ketua DAD Kota Singkawang, Stepanus, Sekretaris DAD Robertus, serta Timanggong Adat Dayak Kota Singkawang V. Rudy Adi Dalmawi.

Ketua Panitia Andreas Aan mengatakan Gawe Dayak Naik Dango bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi menjadi simbol persatuan masyarakat Dayak sekaligus upaya menjaga warisan leluhur agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai pemerintah daerah, Majelis Adat Dayak, sponsor, media, hingga masyarakat.

“Perayaan ini menjadi bentuk kebersamaan dalam menjaga budaya Dayak agar terus dikenal generasi muda,” ujarnya.

Ketua DAD Kota Singkawang, Stepanus, menegaskan ritual adat menjadi penanda resmi pembukaan Gawe Dayak Naik Dango secara adat.

“Ritual adat bukan hanya tradisi seremonial, tetapi bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Dayak yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Stepanus.

Menurut dia, tradisi tersebut memiliki makna sakral sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak atas kehidupan dan keberkahan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban selama rangkaian kegiatan berlangsung agar seluruh agenda budaya berjalan lancar dan kondusif.

“Gawe Dayak Naik Dango merupakan tradisi sakral masyarakat Dayak yang harus terus dijaga bersama,” katanya.

Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan Misa Gawe Dayak Naik Dango yang dipimpin Pastor Frederick Samri OFMCup dan diikuti sekitar 200 jemaat.

Suasana misa berlangsung khusyuk dengan doa bersama sebagai bentuk syukur atas kehidupan dan keberlangsungan tradisi budaya Dayak di Kota Singkawang.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, Polres Singkawang melakukan pengamanan melalui personel yang dipimpin Kapolsek Singkawang Selatan IPTU Dian Edi Sarwono bersama Padal IPDA Edy Yanuar.

Seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga pukul 17.45 WIB dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif. (ars)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Rumah Adat Dayak Singkawang #Gawe Dayak Naik Dango #ritual adat Dayak #budaya Dayak Singkawang #misa syukur Dayak