PONTIANAK POST - Menyadari ancaman nyata dari penggunaan media digital yang tak terkendali, Pemerintah Kota Singkawang bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat resmi bersinergi memperkuat benteng pertahanan pelajar melalui literasi digital sehat. Langkah ini diambil guna memastikan generasi muda tidak hanya sekadar menjadi konsumen konten, tetapi menjadi pengguna media yang bijak dan kritis.
Rencana besar ini dimatangkan dalam audiensi antara KPID Kalbar dengan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, yang memfokuskan pada dua program unggulan: Siaran Sehat dan Kelas Bakti Penyiaran. Program yang dijadwalkan meluncur pada 18 Juni 2026 ini akan menyasar spektrum pendidikan yang luas, mulai dari siswa SMP, SMA, hingga mahasiswa.
Ketua KPID Kalbar, Ramdan, menegaskan bahwa edukasi ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan upaya membangun kepedulian sosial dan kreativitas di tengah gempuran informasi. "Kami ingin membangun semangat kolaborasi agar dunia penyiaran kita tetap sehat, informatif, dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat," tegas Ramdan.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memberikan dukungan penuh dan mendesak agar program ini tidak berhenti pada tingkat sekolah menengah. Ia secara khusus meminta agar edukasi merambah hingga jenjang Sekolah Dasar (SD) demi menanamkan pemahaman sejak dini melalui metode yang kreatif dan interaktif.
Baca Juga: Karnaval Budaya Dayak Singkawang Tampilkan Inovasi Tradisi dan Semangat Toleransi
"Anak-anak saat ini sangat membutuhkan pengawasan dan pemahaman. Sudah banyak dampak buruk yang terjadi akibat penggunaan media digital secara berlebihan,” ujar Tjhai Chui Mie dengan nada prihatin.
Ia mengusulkan agar literasi ini tidak dikemas secara membosankan, melainkan dikombinasikan dengan aktivitas luar ruangan seperti senam bersama, permainan edukatif, dan kuis interaktif agar pesan yang disampaikan lebih efektif.
Tak hanya terpaku pada satu lokasi, KPID Kalbar juga berencana menggelar safari literasi langsung ke sekolah-sekolah di pelosok Singkawang. Langkah jemput bola ini diharapkan mampu memperluas cakupan edukasi dan memastikan tidak ada pelajar yang tertinggal dalam mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan konten siaran yang sehat.
Untuk menyukseskan gerakan ini, KPID Kalbar berharap adanya dukungan penuh dari Pemkot Singkawang, khususnya dalam fasilitas kegiatan serta koordinasi lintas sektor melalui Disdikbud dan Diskominfo. Sinergi ini diharapkan menjadi titik balik terciptanya ekosistem digital yang positif dan bertanggung jawab di Kota Singkawang. (har)
Editor : Hanif