
PONTIANAK POST – Pemadaman listrik massal (blackout) kembali melanda wilayah kerja PLN UP3 Singkawang. Krisis kelistrikan yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini mulai memicu keresahan publik, hingga membuat pihak legislatif turun tangan menuntut transparansi.
Melalui keterangan resminya, Manajemen PLN UP3 Singkawang mengonfirmasi adanya gangguan pada sistem pembangkitan yang mengakibatkan "Padam Meluas". Pihak PLN mengklaim saat ini tengah mengupayakan mekanisme darurat agar durasi padam tidak semakin panjang.
"Saat ini sedang dilakukan mekanisme supaya pelanggan tidak terdampak padam lebih lama. Dan juga sedang dikoordinasikan untuk percepatan perbaikan dan pemulihan sistem kelistrikan oleh tim terkait," tulis perwakilan PLN UP3 Singkawang dalam rilis resminya.
Pihak PLN juga menyampaikan permohonan maaf dan meminta pengertian dari para pelanggan selama proses pemulihan berlangsung.
DPRD Singkawang: "Masyarakat Mengeluh, Kami Butuh Penjelasan Jujur"
Namun, pernyataan normatif dari PLN tersebut dinilai belum menjawab akar masalah. Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra, langsung melayangkan teguran dan meminta kejelasan langsung dari Manajer PLN UP3 Singkawang.
Menurut Sumberanto, gelombang pengaduan dari masyarakat terus mengalir karena pemadaman telah berlangsung berhari-hari dengan durasi yang sangat lama, sehingga melumpuhkan aktivitas warga.
"Malam Pak Manager, boleh minta info lebih jelas, apa yang menjadi kendalanya? Sehingga pemadaman dalam beberapa hari ini begitu lama," ujar Sumberanto mempertanyakan kinerja PLN.
Ia menegaskan bahwa pihak legislatif membutuhkan informasi yang transparan dan akurat agar bisa memberikan edukasi yang jelas kepada masyarakat yang mulai frustrasi.
"Saya menerima cukup banyak pengaduan, dan tidak tahu bagaimana memberi penjelasan yang baik (kepada warga). Mohon maaf, Pak Manager," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Singkawang masih menunggu kepastian kapan sistem kelistrikan akan pulih total, serta apa penyebab utama di balik rapuhnya sistem pembangkitan PLN saat ini. (har)
Editor : Miftahul Khair