PONTIANAK POST – Memasuki Tahun Pelajaran 2026/2027, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang memberikan instruksi tegas kepada seluruh Kepala Sekolah dan jajaran pendidik di Kota Singkawang dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Momentum ini ditekankan harus menjadi awal yang membahagiakan serta bebas dari segala bentuk praktik negatif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang H Asmadi menyampaikan bahwa kesan pertama peserta didik baru saat menginjakkan kaki di sekolah merupakan fondasi penting bagi masa depan psikologis dan akademik mereka. Pengalaman pertama yang menyenangkan di sekolah diyakini akan menjadi kenangan positif yang melekat sepanjang hayat.
“Jadikan MPLS sebagai pengalaman pertama yang membahagiakan. Pendidikan terbaik lahir dari hati yang tulus, bukan dari rasa takut,” ujarnya.
Baca Juga: 195 Siswa Baru SMP Bruder Pontianak Ikuti MPLS, Bekali Etika Bermedia Sosial hingga Bahaya Narkoba
Untuk memastikan kelancaran dan integritas pelaksanaan MPLS tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang menggarisbawahi empat poin instruksi utama bagi seluruh Kepala Sekolah dan guru.
Pertama, kata Asmadi, MPLS Ramah, Aman, dan Inklusif. Dimana untuk enyambut setiap peserta didik baru dengan senyuman, kasih sayang, serta menjunjung tinggi penghormatan terhadap martabat anak.
Kedua, lanjutnya, lingkungan sekolah sebagai Rumah Kedua, hal ini guna menciptakan suasana belajar yang bersih, rapi, indah, nyaman, serta kental dengan nuansa kekeluargaan dan demokratis yang edukatif agar anak merasa bangga untuk belajar.
Ketiga, tambah Asmadi, sekolah melalui MPLS harus memprioritaskan kebahagiaan dan kegembiraan seluruh warga sekolah guna melahirkan ekosistem pendidikan yang sehat.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Kayong Utara Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Kekerasan
Ia juga menegaskan dalam MPLS ini semua sepakat menolak keras segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun psikis, intoleransi, serta praktik pungutan liar (pungli).
Pemerintah Kota Singkawang menegaskan tidak ada ruang bagi perilaku yang dapat melukai fisik, psikis, maupun masa depan generasi muda. Sekolah yang hebat dinilai selalu dimulai dari lingkungan yang ramah, guru yang menginspirasi, dan anak-anak yang merasa dihargai.
Melalui instruksi ini, Dinas Pendidikan mengusung jargon utama untuk menyukseskan tahun ajaran baru: “MPLS Ramah, Sekolah Bahagia, Anak Ceria, Tanpa Bullying, Kekerasan, Intoleransi, dan Pungli".
Seluruh elemen sekolah diharapkan dapat bersinergi demi mewujudkan wajah pendidikan Singkawang yang berkarakter dan penuh kebahagiaan. (har)
Editor : Miftahul Khair