PONTIANAK POST – Kementerian Sosial (Kemensos) RI bersama Pemerintah Kota Singkawang menggelar sosialisasi Sekolah Rakyat Singkawang kepada orang tua dan calon peserta didik di Rumah Adat Melayu Singkawang, Senin (13/7). Kegiatan ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kuota penerimaan 270 siswa sekaligus memberikan pemahaman mengenai konsep pendidikan berasrama yang menjadi bagian dari program prioritas nasional.
Direktur Pemberdayaan Sosial Keluarga Miskin dan Rentan Kemensos RI, Radik Karsadiguna, mengatakan sosialisasi diikuti 132 orang tua beserta calon siswa yang menjadi sasaran Program Sekolah Rakyat di Kota Singkawang.
"Kami mengumpulkan sebanyak 132 orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat di Singkawang. Melalui sosialisasi ini kami berharap masyarakat semakin memahami tujuan, visi, misi, serta mekanisme penyelenggaraan Sekolah Rakyat," katanya dilansir Antara.
Baca Juga: Kemensos dan Pemkot Singkawang Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat
Kemensos Targetkan 270 Siswa
Radik menjelaskan Kemensos terus berupaya memenuhi kuota penerimaan sebanyak 270 siswa. Kuota tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
"Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan, mempersiapkan generasi yang unggul, sekaligus memuliakan masyarakat dari kelompok ekonomi bawah melalui pendidikan yang berkualitas," ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Optimistis Sekolah Rakyat Singkawang Mulai Beroperasi pada September 2026
Selain memberikan layanan pendidikan, Sekolah Rakyat juga menitikberatkan pada pembentukan karakter peserta didik agar memiliki daya saing dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Secara nasional, Kementerian Sosial menargetkan 178 Sekolah Rakyat beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut terdiri atas 93 sekolah permanen, 77 sekolah rintisan tahun 2025, dan 8 sekolah rintisan baru tahun 2026. Pemerintah juga telah menjangkau 48.975 calon siswa, melampaui kuota awal 32.640 siswa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan mayoritas calon peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga yang paling rentan secara sosial dan ekonomi. Dari 48.975 calon siswa yang telah terdata, 85,8 persen merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan 77,6 persen berasal dari kelompok desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sebagian di antaranya bahkan belum pernah mengenyam pendidikan formal.
Diharapkan Tekan Angka Anak Putus Sekolah
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan maupun yang berisiko putus sekolah.
Menurutnya, program tersebut juga akan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kenaikan angka partisipasi sekolah dan rata-rata lama sekolah.
"Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat menekan angka anak tidak sekolah maupun putus sekolah, mempercepat peningkatan rata-rata lama sekolah, serta berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Singkawang," katanya.
Ia menambahkan Pemerintah Kota Singkawang akan terus bersinergi dengan Kemensos RI dalam proses sosialisasi dan penjaringan calon peserta didik agar kuota penerimaan dapat terpenuhi sesuai target.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang Belum Rampung, Pemkot Siapkan Sekolah Alternatif bagi Siswa
Pendidikan Berasrama untuk Anak dari Keluarga Rentan
Melalui sosialisasi ini, Kemensos berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai konsep pendidikan berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Program tersebut dirancang tidak hanya memberikan layanan pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter dan meningkatkan kesempatan anak-anak dari keluarga miskin untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara