PONTIANAK POST - PENYELENGGARA Pendidikan Agama Buddha (PAB) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang memberikan pembinaan kepada guru Agama Buddha tingkat SD dan SMP di ruang Sekretariat Zona Integritas (ZI), Senin (20/7). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat profesionalisme guru sekaligus menyelaraskan pelaksanaan kebijakan pendidikan pada tahun ajaran baru.
Pembinaan yang diikuti perwakilan guru dari berbagai sekolah itu juga menjadi sarana memperkuat kompetensi pedagogik, menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, serta memberikan pembekalan kepada guru yang dipersiapkan sebagai penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Penyelenggara Pendidikan Agama Buddha Kemenag Kota Singkawang, Supiro, mengatakan guru perlu siap menghadapi dinamika kebijakan pendidikan, terutama terkait implementasi perubahan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Menurutnya, perubahan tersebut harus dipahami secara menyeluruh agar proses pembelajaran berjalan efektif, adaptif, dan tetap berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Baca Juga: Kemenag Kota Singkawang Gelar Peningkatan Kompetensi Guru Agama Buddha
“Guru tidak hanya dituntut memahami perubahan kurikulum, tetapi juga harus mampu menerjemahkannya menjadi pembelajaran yang bermakna, inovatif, dan membentuk karakter peserta didik,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi pembinaan dengan antusias. Diskusi yang berlangsung interaktif menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat peran guru sebagai pembentuk karakter generasi muda.
Selain penguatan kompetensi pedagogik, pembinaan juga menekankan pentingnya keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ajaran Buddha diharapkan dapat diintegrasikan secara kontekstual dalam proses pembelajaran sehingga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, toleran, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Pada kesempatan tersebut, Supiro juga mengingatkan seluruh guru Agama Buddha agar segera memperbarui data pada aplikasi SIAGA Buddha sebagai bentuk kesiapan administrasi sembari menunggu pembaruan data tahun ajaran baru pada sistem.
Baca Juga: Konsekuensi Perubahan Kurikulum bagi Satuan Pendidikan
Ia menjelaskan ketepatan dan kelengkapan data akan mendukung kelancaran berbagai layanan pendidikan keagamaan, termasuk proses administrasi Tunjangan Profesi Guru.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Singkawang berharap guru Agama Buddha terus meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, serta menjadi teladan dalam membangun ekosistem pendidikan yang moderat, inklusif, dan berkualitas. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan nilai moral yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (har)
PENYELENGGARA Pendidikan Agama Buddha (PAB) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang memberikan pembinaan kepada guru Agama Buddha tingkat SD dan SMP di ruang Sekretariat Zona Integritas (ZI), Senin (20/7). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat profesionalisme guru sekaligus menyelaraskan pelaksanaan kebijakan pendidikan pada tahun ajaran baru.
Pembinaan yang diikuti perwakilan guru dari berbagai sekolah itu juga menjadi sarana memperkuat kompetensi pedagogik, menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, serta memberikan pembekalan kepada guru yang dipersiapkan sebagai penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Penyelenggara Pendidikan Agama Buddha Kemenag Kota Singkawang, Supiro, mengatakan guru perlu siap menghadapi dinamika kebijakan pendidikan, terutama terkait implementasi perubahan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Menurutnya, perubahan tersebut harus dipahami secara menyeluruh agar proses pembelajaran berjalan efektif, adaptif, dan tetap berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
“Guru tidak hanya dituntut memahami perubahan kurikulum, tetapi juga harus mampu menerjemahkannya menjadi pembelajaran yang bermakna, inovatif, dan membentuk karakter peserta didik,” tegasnya.
Baca Juga: Dana TPG 2025 di Kapuas Hulu Dipastikan Cair Melalui Perubahan APBD 2026
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi pembinaan dengan antusias. Diskusi yang berlangsung interaktif menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperkuat peran guru sebagai pembentuk karakter generasi muda.
Selain penguatan kompetensi pedagogik, pembinaan juga menekankan pentingnya keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ajaran Buddha diharapkan dapat diintegrasikan secara kontekstual dalam proses pembelajaran sehingga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, toleran, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.
Pada kesempatan tersebut, Supiro juga mengingatkan seluruh guru Agama Buddha agar segera memperbarui data pada aplikasi SIAGA Buddha sebagai bentuk kesiapan administrasi sembari menunggu pembaruan data tahun ajaran baru pada sistem.
Ia menjelaskan ketepatan dan kelengkapan data akan mendukung kelancaran berbagai layanan pendidikan keagamaan, termasuk proses administrasi Tunjangan Profesi Guru.
Baca Juga: Sejarah Rumah Tertua Keluarga Tjhia di Singkawang, Dibangun Perantau yang Bangkit dari Kebangkrutan
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Kementerian Agama Kota Singkawang berharap guru Agama Buddha terus meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, serta menjadi teladan dalam membangun ekosistem pendidikan yang moderat, inklusif, dan berkualitas. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan nilai moral yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (har)
Editor : Miftakhair