PONTIANAK POST - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang memperluas edukasi pengelolaan sampah ke satuan pendidikan sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah melalui penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).
Kepala DLH Kota Singkawang, Emy Hastuti, mengatakan edukasi kepada pelajar menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dini.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan dari MTsN Singkawang dan menjadi bagian dari program ko-kurikuler madrasah untuk membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan serta bertanggung jawab terhadap kelestarian alam," katanya, Selasa (4/8).
Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Penembakan Maut di Sedau Singkawang
Emy berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas ke berbagai satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
Menurut dia, budaya memilah sampah dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tumbuh secara berkelanjutan di kalangan generasi muda. Program edukasi tersebut juga diharapkan mendorong seluruh warga MTsN Singkawang menerapkan kebiasaan memilah sampah secara konsisten di lingkungan sekolah serta menjadi pelopor kebersihan dan pelestarian lingkungan di keluarga maupun masyarakat.
Sementara itu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kota Singkawang, Meyta Puspitasari, menjelaskan perubahan pola pengelolaan sampah harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan.
"Anak-anak merupakan agen perubahan. Jika budaya memilah sampah ditanamkan sejak di bangku madrasah, kebiasaan tersebut akan terbawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Polres Singkawang Musnahkan 83,36 Gram Sabu dan 51 Pil Ekstasi, Selamatkan Ratusan Warga
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bank Sampah Serumpun Asoka, Wiwin Yuliana, memperkenalkan mekanisme pemilahan sampah, sistem penabungan sampah, serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk daur ulang yang memiliki nilai jual.(ant)
Editor : Miftakhair