Udang Rebon Singkawang Didorong Jadi Produk Unggulan Daerah

Uray Ronald • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:55 WIB
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie didampingi Sekda Dwi Yanti saat Panen Raya Udang Rebon dan Pesta Rakyat di kawasan wisata Teluk Karang Sedau, Sabtu (15/8/2026).(MC Singkawang)
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie didampingi Sekda Dwi Yanti saat Panen Raya Udang Rebon dan Pesta Rakyat di kawasan wisata Teluk Karang Sedau, Sabtu (15/8/2026).(MC Singkawang)

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mendorong pengembangan udang rebon Singkawang menjadi produk bernilai tambah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.

Dorongan itu disampaikan dalam Panen Raya Udang Rebon dan Pesta Rakyat di kawasan wisata Teluk Karang Sedau, Sabtu (15/8/2026).

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan panen raya menunjukkan potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari kekayaan alam dan kerja masyarakat.

“Hari ini bukan sekadar acara panen raya. Bagi saya, momentum ini merupakan gambaran nyata tentang potensi ekonomi masyarakat yang tumbuh dari kekayaan alam dan kerja keras masyarakat itu sendiri,” kata Tjhai Chui Mie.

Baca Juga: Dari Batik Tidayu hingga Indikasi Geografis, Kemenkum Kalbar Kawal Legalitas Produk Unggulan Singkawang

Udang Rebon Bisa Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Menurut Tjhai Chui Mie, ukuran udang rebon yang kecil tidak berarti nilai ekonominya juga rendah.

Komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Udang rebon bukan hanya hasil tangkapan atau hasil panen, tetapi merupakan bahan baku ekonomi masyarakat yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan bahkan menjadi produk unggulan daerah,” ujarnya.

Beberapa produk yang dapat dihasilkan dari udang rebon antara lain terasi, cencalok, kerupuk, dan produk pangan lainnya.

Pemkot Singkawang Dorong Pengolahan di Tingkat Masyarakat

Pemkot Singkawang mendorong masyarakat tidak hanya menjual hasil laut dalam bentuk bahan mentah.

Pengolahan di tingkat masyarakat dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Tjhai Chui Mie membayangkan produk olahan udang rebon dapat dikembangkan dengan kemasan yang menarik dan merek sendiri.

“Bayangkan, dari hasil laut yang sederhana, kita dapat menciptakan produk kemasan yang menarik, memiliki merek sendiri, memiliki standar kualitas, dipasarkan secara lebih luas, bahkan suatu saat dapat menjadi oleh-oleh khas daerah dan menembus pasar di luar daerah,” katanya.

Baca Juga: Perkuat Produk Lokal, Kanwil Kemenkum Kalbar Sambangi Dekranasda Singkawang

Panen Raya Dirangkai Pesta Rakyat

Panen raya udang rebon tersebut juga dirangkai dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Agenda yang digelar meliputi jalan sehat, dialog bersama masyarakat, hingga perlombaan tradisional.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan potensi lokal.

Masyarakat Didorong Menikmati Nilai Tambah

Tjhai Chui Mie menegaskan pengembangan udang rebon merupakan bagian dari semangat ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, masyarakat perlu terlibat mulai dari produksi hingga pengolahan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.

“Masyarakat menangkap, masyarakat mengolah, masyarakat mendapatkan nilai tambah, dan masyarakat pula yang menikmati hasilnya,” ujarnya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : MC SINGKAWANG
Produk Unggulan Daerah udang rebon Singkawang ekonomi masyarakat Singkawang produk olahan udang rebon potensi ekonomi Singkawang