Walaupun telah berupaya semaksimal mungkin mencari dengan cara menyisir permukaan sungai sejauh 1 Nautical Mile ke arah hilir dari lokasi kejadian hilangnya Engkabai (65) dan Zainal Abidin (43) warga setempat, namun tim SAR gabungan masih belum menemukan keberadaan korban, meskipun tim SAR juga telah melakukan penyelaman di lokasi kejadian.
Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak Eryk Subariyanto mengatakan tim SAR gabungan telah berupaya maksimal mencari keberadaan korban, dengan upaya menyisir permukaan sungai di lokasi kejadian.
“Namun tim SAR yang menyisir permukaan sungai tidak menemukan keberadaan korban,” ucapnya, Jumat (13/03).
Ia menjelaskan, tim SAR Pos Sintang yang berjumlah 3 orang melakukan pencarian dibantu dengan potensi SAR lainnya.
"Selain Basarnas, unsur yang terlibat dalam pencarian ini, adalah Polsek Ketungau Tengah 10 orang, Koramil Ketungau 2 orang, Puskesmas Ketungau 1 orang, BPBD Sintang 2 orang, aparat desa Senangan Kecil 2 orang, potensi SAR Kabupaten Sintang 2 orang, warga setempat dan keluarga korban berjumlah 20 orang,” ucapnya.
Eryk menambahkan, alut yang digunakan adalah 1 unit Rubber Boat milik pos SAR Sintang, RC. D-Max Pos SAR Sintang, 4 unit speed boat milik masyarakat setempat, dan 1 unit ambulance puskesmas.
Selanjutnya, Eryk mengatakan, hingga saat ini tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi pencarian korban yang tenggelam.
“Pencarian masih terus dilakukan, dan tim SAR Gabungan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan korban,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, 2 orang pria dilaporkan hilang akibat tabrakan Speed Boat yang ditumpanginya sungai Ketungau Tanjung Rangau Hilir, desa Senangan Kecil, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang pada Kamis (12/03) malam. (fds/arf) Editor : Shando Safela